Teknologi, informasi, dan Komunikasi

RESUME MODUL 9

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Perpustakaan

Disusun Oleh:

Kelas B

Kelompok I

Glinka Mega Hingtutem ( 016 987 945 )

Hanyanti Wihanda ( 016 987 802 )

Heti Rahmawati ( 016 987 841 )

Muti Wulan Dian ( 016 593 732 )

Nurul Jaina Hayati ( 016 987 866 )

Roni Sonjaya S ( 016 445 198 )

UNIVERSITAS TERBUKA

2010 / 2011

TEKNOLOGI & KOMUNIKASI INFORMASI SERTA OTOMASI PERPUSTAKAAN

Pendahuluan

Teknologi dan komunikasi informasi disebut juga teknologi informasi atau telematika, mulai digunakan diberbagai  perpustakaan, khususnya perpustakaan besar dari berbagai jenis perpustakaan.

Kegiatan perpustakaan untuk melayani pemakai dimulai dari pemilihan buku, membeli, mengolah berupa kegiatan pengolahan informasi, menyusun buku di rak, kemudian meminjamkan buku, disamping penyebaran informasi buku maupun majalah yang baru diterima. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan berulang-ulang, misalnya pengatalogan serta sirkulasi. Di perpustakaan sebelum ada kegiatan penggandaan kartu katalog dengan bantuan alat, penggandaan kartu katalog dilakukan dengan mesin ketik. Maka, sebuah buku harus dibuatkan sedikitnya 3 kartu yaitu; kartu pengarang, kartu judul, dan kartu subjek.

Bagian sirkulasi melayani peminjaman, kegiatan ini dilakukan berkali-kali serta merupakan perulangan karena ada seseorang meminjam buku, kartu buku dikeluarkan kemudian dijadikan satu menjadi jajaran buku yang sedang dipinjam dan lembaran tanggal distempel. Bila buku dikembalikan, kartu buku dikembalikan ke dalam kantong buku dan seandainya terjadi keterlambatan dalam mengembalikan pinjaman buku, pemakai diwajibkan membayar denda dan uang dena tersebut dipertanggung jawabkan kepada badan induk yang membawahi perpustakaan.

Kegiatan Belajar 1 ( 9.3 )

TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI INFORMASI

Teknologi informasi merupakan istilah yang mulai muncul sekitar awal tahun 1970-an tatakala komputer mulai menyebar. Istilah teknologi informasi sering disingkat TI kemudian berubah menjadi TKI, dikarenakan TKI sering dirancukan dengan Tenaga Kerja Indonesia untuk itu di Indonesia dikenal dengan istilah telematika.

Istilah telematika ini terdiri dari 3 istilah yaitu teknologi, informasi dan komunikasi. Teknologi dan komunikasi informasi adalah perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan masyarakat menciptakan, mengumpulkan, konsolidasi dan mengomunikasikan informasi dalam format multimedia dan berguna untuk berbagai kepentingan masyarakat. Dalam definisi ini disebut-sebut masyarakat yang mencakup juga perpustakaan. Telematika ini mempunyai dua komponen utama, yaitu; komputer dan telekomunikasi. Istilah telematika sebenarnya merupakan perpaduan antara telekomunikasi dan informatika, sedang informasi diasosiasikan sinonim dengan komputer. Maka janganlah merasa rancu jikalau TI, teknologi, informasi, komunikasi dan telematika mengandung pengertian yang sama.

A. Komputer dan Masyarakat

Kalau anda perhatikan, komputer dipakai hampir pada semua kegiatan masyarakat. Di berbagai bank, transaksi uang dilakukan dengan bantuan komputer, bahkan anda dapat menarik uang langsung dari mesin yang disebut Anjungan Tunai Mandiri (ATM), diberbagai kantor dan rumah komputer digunakan untuk mengetik, menyunting, menambah gambar, memperbanyak, bahkan untuk mengirim naskah melalui jaringan telekomunikasi. Dalam perjalanan anda menuju perpustakaan, kantor atau tempat lain anda pasti melewati rambu-rambu lalu lintas, yang mana rambu-rambu itu kebanyakan di kota-kota besar sudah mulai digerakan oleh komputer secara otomatis. Selain itu masi banyak lagi contoh yang lainnya yakni; digunakan untuk bidang olahraga, bidang militer, bidang hiburan, bahkan dalam peristiwa perang sekalipun.

B. Dampak Teknologi dan Komunikasi Informasi

Teknologi dan komunikasi informasi berdampak terhadap masyarakat, sebagaimana berikut:

1.      Meningkatnya produksi serta semakin tersedianya perangkat lunak dan perangkat keras TI yang semakin kuat.

2.      Tersedianya infrastruktur nasional dan global yang lebih efisien dengan tujuan akses dan penghantaran informasi yang lebih efisien.

3.      Meningkatnya produksi dan publikasi informasi digital dalam multimedia. Perpustakaan mengumpulkan multimedia artinya a) kumpulan materi perpustakaan dalam berbagai media termasuk buku yang dicetak, materi audiovisual dan materi noncetak dengan atau tanpa buku dan materi tercetak lainnya. b) integrasi unsur, seperti teks, gambar, animasi, grafik dan suara ke dalam lingkungan pembelajaran interaktif dalam bentuk CD-ROM, Digital Video Disk (DVD) atau melalui internet ke PC. Materi audiovisual artinya materi nonbuku, seperti kaset, piringan hitam, tape, slide, filmstrip dan videotape.

Teknologi dan komunikasi informasi juga memiliki dampak terhadap perpustakaan sebagaimana berikut:

1.      Teknologi dan komunikasi informasi memungkinkan menciptakan informasi digital. Hasil rekaman suara yang direkam dengan menggunakan sistem digital jauh lebih bersih dan nyaring daripada sistem biasa.

2.      Teknologi dan komunikasi informasi memungkinkan terbentuknya akses terpasang (online access) serta transfer berkas.

3.      Teknologi dan komunikasi informasi memungkinkan terbentuknya jaringan komputer.

C. Perubahan Pola Cetak Materi Perpustakaan

Kini ada arah gejala perubahan dari bentuk cetak ke dalam bentuk digital. Teknologi dan komunikasi informasi memungkinkan transfer berkas dari tempat berjauhan ke dalam sebuah komputer. Transfer tersebut dimungkinkan karena adanya internet singkatan dari internetworking of computer networks  yang artinya jaringan dari jaringan komputer.

D. Efek Perkembangan Teknologi dan Komunikasi Informasi terhadap Masyarakat

Perkembangan teknologi dan komunikasi informasi yang semakin pesat membawa pengaruh pada pemakai dalam bentuk sebagaimana berikut:

1.      Meningkatnya tingkat melek teknologi.

2.      Meningkatnya tuntutan pada akses yang lebih cepat dan baik pada informasi.

3.      Meningkatnya kesenjangan antara kelompok kaya informasi dan miskin informasi. Kesenjangan antara kelompok kaya informasi dengan miskin informasi disebabkan karena kepemilikan teknologi dan komunikasi informasi yang berimbas pada akses sumber informasi. Maka dikatakan bahwa teknologi dan komunikasi informasi memperbesar jurang antara kaya informasi dengan miskin informasi.

E. Dampak Teknologi dan Komunikasi Informasi terhadap Pustakawan

Perkembangan pesat teknologi dan komunikasi informasi membawa dampak pada pustakawan, sebagaimana berikut:

1.      Pustakawan perlu memiliki pengetahuan tentang teknologi dan komunikasi informasi. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui membaca, mencoba sendiri, bertanya atau mengikuti kursus komputer.

2.      Pustakawan perlu memiliki keterampilan teknologi dan komunikasi informasi.

3.      Pustakawan memerlukan alat teknologi dan komunikasi informasi dalam berbagai program. Program adalah kumpulan perintah yang harus dilaksanakan oleh komputer. Program tersebut misalnya; untuk menulis dan mencetak surat, menangani keuangan perpustakaan, menggambar, menciptakan iklan dan menerbitkan buku.

4.      Pustakawan perlu belajar terus menerus dalam konteks teknologi dan komunikasi informasi  yang terus menerus berubah.

5.      Lembaga pendidikan pustakawan harus mengintegrasikan teknologi dan komunikasi informasi dalam kurikulum dan pelatihan gunamenghasilkan lulusan yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.

F. Peranan Pustakawan dalam Masyarakat Informasi

Masyarakat informasi adalah suatu masyarakat dimana kualitas hidup, prospek perubahan sosial dan perkembangan ekonomi semakin lama semakin tergantung pada informasi serta penjelajahan informasi.

Dalam masyarakat informasi, pustakawan memiliki peran sebagaimana berikut:

1.      Pencipta informasi, pustakawan bertindak selaku pengembang dan produsen berbagai produk dan jasa informasi. Dengan teknologi dan komunikasi informasi pustakawan memberikan jasa penelusuran informasi, tanya jawab secara interaktif antara pemakai dengan pustakawan dengan bantuan komputer.

2.      Kolektor informasi.

3.      Komunikator, artinya peran pustakawan berkembang menjadi pekerja informasi, pekerja ekstensi dan spesialisasi subjek. Berkat komputerdan telekomunikasi pustakawan dapat memberikan jasa kepada anggota masyarakat tanpa perlu mengunjungi perpustakaan ; pustakawan memberikan jasa di luar gedung perpustakaan. Spesialisasi dipermudah dengan keberadaan teknologi dan komunikasi informasi karena pustakawan dapat mengakses berbagai sumber informasi dalam bidang yang diminatinya.

4.      Konsolidator, artinya pustakawan dapat bertindak sebagai pustakawan rujukan, pialang informasi dan analis informasi. Sebagai pustakawan rujukan dia bertugas menjawab semua pertanyaan yang ditujukan ke perpustakaan dan jawaban itu diupayakan dijawab dengan menggunakan sumber tercetak dan sumber elektronik. Pustakawan memiliki keahlian memiliki keahlian mengenali berbagai sumber informasi maka dia menjadi pialang antara pemakai yang memerlukan informasi dengan sumber daya informasi. Berkat pengalaman dan pengetahuannya pustakawan menjadi analis informasi sehingga pustakawan dapat menyebarkan, menelusur informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai.

G. Arah Gejala Perkembangan Perpustakaan

Arah gejala perkembangan perpustakaan masa depan dikaitkan dengan teknologi dan komunikasi informasi, yakni sebagaimana berikut:

1.      Perpustakaan menjadi digital. Semakin lama semakin banyak materi  perpustakaan yang tersedia dalam bentuk digital sehingga ada yang mengatakan  bahwa perpustakaan masa depan adalah perpustakaan digital. Materi tercetak, seperti; buku dan majalah akan lenyap bilamana teknologi mampu menghasilkan materi perpustakaan elektronik yang biaya pembuatannya lebih murah, penggunaannya lebih aman dan nyaman, dan dapat dibawa kemana-mana. Jadi, sekali lagi materi tercetak tidak akan pernah lenyap.

2.      Perpustakaan akan masuk ke berbagai jaringan. Dengan tersedianya komputer dan telekomunikasi maka perpustakaan dapat menghubungi perpustakaan lain sehingga perpustakaan akan berkembang sebagai simpul dalam berbagai jaringan.

3.      Jenis koleksi perpustakaan akan berubah komposisinya, bila selama ini koleksi perpustakaan terdiri semata-mata tercetak maka masa depan akan ditambah dengan multimedia dan sumber elektronik. Multimedia dapat diartikan, sebagai kumpulan material dalam berbagai media seperti; bahan nonbuku, materi audiovisual, atau pandang dengar dan materi noncetak seperti; peta dan mikrofilm.

4.      Perpustakaan akan memiliki akses ke informasi global, di internet terdapat himpunan situs komputer yang terorganisasi dengan baik yang menerbitkan informasi yang dapat dibaca siapa saja melalui internet. Syaratnya perpustakaan harus memiliki komputer, sambungan telepon dan uang untuk membayar iuran. Dengan berlangganan kepada sebuah penyedia jasa internet maka perpustakaan dapat memasuki jutaan situs yang tersebar di World Wide Web (www) sehingga perpustakaan memiliki akses ke informasi dunia, dimana pun lembaga berada selama terjangkau oleh internet dapat diakses oleh pemakai di tempat lain.

5.      Perpustakaan bersifat atau menjadi maya/virtual, semakin banyaknya perpustakaan yang memiliki komputer maka daftar koleksi perpustakaan atau katalog akan disimpan di dalam komputer. Setelah dilengkapi komputer, katalog perpustakaan disimpan dalam komputer, pada perkembangan selanjutnya sambungan telepon akan semakin tersebar sehingga banyak perpustakaan sekolah, umum, dan komunitas akan dilengkapi dengan telepon. Setelah katalog dimasukkan ke dalam komputer  dan perpustakaan sudah dilengkapi dengan telepon serta menjadi anggota penyedia internet maka katalog perpustakaan bisa diakses oleh pemakai perpustakaan lain.

Perpustakaan dikatakan menjadi maya/virtual karena pemakai semata-mata dapat mengakses katalog sebuah perpustakaan dan memeriksanya, namun katalog yang diperiksanya bukan katalog sebenarnya melainkan katalog di komputer yang dapat di akses melalui internet. Jadi, sebenarnya nyata tetapi maya atau maya tetapi nyata.

1 Komentar

  1. Solid write up. I’m studying something like this here at Boise State University. It’s definitely helpful to learn new facts from fellow writers and
    collect information from new sources. If it’s okay, I’d greatly appreciate it if I might use some of the articles on your
    blog. Obviously, I’ll offer a link to %target_domain% on my blog.

    Thanks for posting.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s