PEMILU 2009?

Pemilu 2009 tinggal sebentar lagi. Banyak sekali kontestan dalam pemilu kali ini, bayangkan 44 parpol, rekor sejarah dalam perhelatan akbar dunia. Bagaimana masyarakat harus memilih? bingung sungguh bingung. Untuk menentukan partai pilihannya saja masih bingung, apalagi caleg-nya. Bayangkan dari 44 parpol, tiap parpol berisi beberapa orang, wuah tak terbayangkan akan penuh sesak di tempat pemungutan suara, dengan saksi-saksi parpol plus panitia PPS, bagaimana jadinya??? Apa kata dunia?

Pada kesempatan berkunjung ke daerah, penulis sempat ngobrol-ngobrol dengan orang tua bagaiaman kondisi di daerah dengan pemilihan umum sekarang, jawabnya singkat wah bingung, jangan kan yang di daerah atau pun orang tua, pemilih di kota pun masih pada bingung, bagaimana cara memilihnya, karena sosialisasi dari KPU ataupun lembaga-lembaga lain pun masih sangat kurang.

Beberapa persoalan berkaitan dengan Pemilu 2009:

1. Awal verifikasi partai politik diwarnai kericuhan, dan pemaksaan dari kontestan yang sudah kalah, memaksa untuk ikut kembali.

2. Daftar calon pemilih, banyak yang simpang siur, berbagai kasus ditemui:

a. orang yang sudah meninggal masih terdaftar;

b. orang yang di bawah umur ikut jadi pemilih;

c. tidak sedikit yang memiliki hak pilih tak tercantum dalam DPT.

3. Pemasangan atritut partai tidak pada tempatnya.

4. Banyak pelanggaran kampanye dilakukan oleh berbagai partai, dari mulai mengikutsertakan anak-anak, sampai kepada politik uang.

5. Terjadinya baku hantam antar sesama peserta kampanye.

6. Masih adanya gangguan dari partai tertentu kepada partai lainnya, seperti terjadi di Tasikmalaya.

Walaupun berbagai permasalahan tersebut terjadi, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya masih rada kondusif, bahkan di awal kampanye terkesan sangat sepi, kurang partisipasi dari masyarakat, mungkin sudah jenuh dengan janji-janji partai.

Yang paling menarik dari rangkaian pemilu 2009, diwarnai sikap elit politik seperti dalam lenong bocah, saling sindir, saling tuduh, saling kritisi, dengan tidak memberikan solusi yang bermakna. Berikut isu-isu jualan partai :

” Sembako murah, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan gratis, memperhatikan nasib petani, perhatikan masyarakat kecil dll.”

Dari semua kontestan pemilu, isu-isu yang digulirkan hampir sama visi dan misinya, bahkan terkesan tidak siap dengan program yang diusung partainya. Hal ini bila dilihat di acara debat di TVOne, tidak sedikit caleg yang tidak siap, tidak mengerti program, bahkan ada yang termakan programnya sendiri. Simak Dyah Pitaloka, dia menggembor-gemborkan tentang nasib petani agar lebih diperhatikan lagi, padahal menurut koalisi perempuan, justru di era Megawati banyak aturan atau kebijakan malah menghancurkan petani. Nah adalagi nih caleg dari kalangan artis dangdut, ini parah sekali, tidak bisa menjawab dari kontestan lain, dan juga tidak mampu menjawab pertanyaan panelis, hanya menyerahkan sepenuhnya jawaban kepada sesama anggota partainya. Weleh weleh…?

Menyimak dari berbagai partai yang ada saat ini, banyak yang memiliki platform yang hampir sama, bahkan program partainya pun itu-itu juga, kenapa tidak bersatu saja, untuk membangun bangsa Indonesia tercinta, jangan terpecah belah hanya karena jabatan, dan karena merasa tidak puas dengan kebijakan partai, mengesampingkan kepentingan bangsa dan Negara.

Semoga saja ibu pertiwi tidak menangis, menyaksikan anaknya saling memperebutkan kursi jabatan, kursi kekuasaan dengan saling sikut sana, sikut sini, goyang sana goyang sini, cerca sana cerca sini. Semoga PEMILU 2009 menjadikan momentum INDONESIA BANGKIT dari keterpurukan, dan kembali menjadi negara yang santun, dan beradab murah senyum seperti dulu lagi.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s