Caleg Dadakan

Menyaksikan Bang One tentang caleg di TV One sangat memilukan dan menggelikan. Melamar kesana sini tak jua diterima, akhirnya ambil keputusan untuk jadi Caleg. Fenomena terkini yang kita saksikan di masyarakat, banyak politisi dadakan, akibat dari menjamurnya partai politik di tanah air. Sehingga tak salah Bang One mengibaratkan seperti itu.

Begitu mudahnya partai politik berdiri di negeri ini, entah apa yang salah, di Amerik saja yang konon bapaknya demokrasi hanya dua partai; Partai Republik dan Partai Demokrat. Tapi gak apalah, asal prosesnya demokratis dan tentunya jangan menghilangkan adat istiadat yang dibangun bertahun-tahun oleh nenek moyang bangsa. Jangan sampai dengan munculnya berbagai partai memunculkan pula perselisihan, yang akhirnya integrasi bangsa terganggu.

Berkenaan dengan caleg dadakan dapat dijumpai di berbagai daerah, hal ini dimungkinkan karena semakin banyaknya partai baru di negeri ini, bahkan ada abang beca di daerah jawa tengah mencalonkan diri sebagai caleg, dengan visi dan misi ingin menyalurkan aspirasi masyarakat bawah alias wong cilik. Berarti mereka merasa anggota dewan sekarang belum dapat menampung dan memperjuangkan aspirasi mereka.

Caleg sekarang harus lebih optimal memperkenalkan diri kepada masyarakat, sosialisasi harus terus dilakukan, karena banyak dijumpai caleg yang tidak dikenal oleh masyarakatnya, bagaimana mau dipilih wong masyarakatnya juga ga kenal. Berbagai upaya dilakukan oleh caleg, baik sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun dilakukan oleh tim Sukses.

4 Komentar

  1. Saya sih setuju saja bahwa setiap orang berhak mencalonkan diri jadi Calon Legislatif atau caleg. Tapi berhubung Dewan Perwakilan Rakyat (DPT) adalah bukan lowongan kerja biasa seperti PT, CV atau pabrik, maka para pelamar atau partai politik yang mengusungnya juga mesti tau dan instropeksi diri, apakah orang yang dicalonkan sebagai Caleg sudah cukup mampu dan pantas untuk dijadikan Caleg yang notabene akan mewakili rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat terhormat ? DPR adalah kursi jabatan amanah dari rakyat dimana rakyat yang baik menitipkan suara dan aspirasinya untuk diperjuangkan agar kehidupan berbangsa dan bernegaranya di masa depan menjadi lebih baik (bukan tambah hancur).
    Jadi DPR adalah tempat bagi mereka yang :
    1. Berjiwa nasionalis sejati (bukan berpura-2 jadi nasionalis)
    2. Mampu mengemban amanah rakyat yang pertanggungjawannya meliputi dunia dan akhirat
    3. Memiliki kemampuan membaca, memahami dan merumuskan ketentuan perundang-2an.
    4. Berjiwa ihlas dalam berkorban untuk rakyat dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
    5. Sehat jasmani dan rohani saat mencalokan dan terpilih.
    6. Bersedia dipantau kekayaan pribadinya oleh pihak yang berwenang.
    7. Energik, tangguh, inovatif ddan reformis.
    8. Bersedia mengenal dan dikenal rakyat minimal di daerah pilihan.
    9. Beragama, tidak cacat hukum dan memiliki rumah tangga yang harmonis
    10. Punya visi, misi da, program yang jelas.

    • 10 point tsb. betul, banyak caleg jadi stress, bunuh diri, gantung diri dll, itu karena mereka tidak memiliki kriteria 10 tsb. yah???

  2. Iya kali. Dikiranya bursa jursi DPR itu seperti kasino judi, taro modal untuk dapet kembali modalnya ditambah keuntungan yang berlipat-2 dari kalo terpilih. Wah, kaya apa ya jadinya bangsa ini kalo mental wakil rakyatnya seperti itu. Makanya tidak heran kalo serokan KPK telah menjaring puluhan pejabat negara yang diantaranya sudah terbukti anggota DPR. Dari pengalaman itu saja sudah terlihat apa motifasi mereka yang tertangkap dulu saat mencalonkan diri. Jadi hati-hatilah dalam memberikan suara, kenalilah rekam jejak dan proses pencalonannya, wajar atau enggak. Gaya pencalonan bisa menjadi acuan awal melihat motivasi seorang menjadi Caleg.

  3. betul, waktu telah membuktikan, caleg yang benar-benar tulus akan han uji walaupun tidak terpilih, dan caleg yg bermain dengan waktu terbukti banyak yang sutress, dan krek ???


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s