Bolehkah aku panggil mamah??

 

Ketika kecerian sejenak terpancar.

Berkata, bolehkah aku panggil mamah?

Sontak saja istriku pun berkata, boleh sayang?

Keesokan harinya, ku bawanya jalan-jalan bersama anakku.

Kenangan itu masih teringat dalam kalbuku….

Kenangan itu masih terngiang dalam benakku…

Senyuman dan panggilan yang senantiasa terumbar

ketika bertemu, terngiang tak terlepaskan dalam ingatan.

Kini tiga tahun sudah tlah berlalu…

kenangan itu masih melekat erat dalam ingatan

dalam sakit mu, dalam ceria mu, dalam tawa mu, dalam sapa mu

tinggal kenangan, dan pembelajaran yang tak mungkin terlupakan.

 

UPT PERPUSTAKAAN UNPAS, Senin, 27 Oktober 2008 pkl. 14.20 WIB.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s