PELAYANAN PRIMA TERHADAP MAHASISWA

PELAYANAN PRIMA TERHADAP MAHASISWA

DI UPT PERPUSTAKAAN UNPAS

 

1.      PENDAHULUAN

Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan unsur penunjang Perguruan Tinggi, yang bersama-sama dengan unsur penunjang lainnya, berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi perguruan tingginya.

Dengan demikian perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai sarana untuk menyebarkan informasi bagi civitas akademika, maka informasi yang dimiliki harus mengacu dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku di UNPAS. Sehingga dengan memiliki koleksi yang sesuai dengan kurikulum akan terlihat manfaat bagi penggunanya untuk memperoleh informasi yang dikehendaki.

Berdasarkan pola pemikiran tersebut di atas, maka diperlukan tenaga pengelola perpustakaan yang profesional dan berlatar belakang pendidikan yang sesuai, sehingga akan menambah wawasan untuk mengembangkan perpustakaan yang dikelolanya. Dengan didukung tenaga perpustakaan yang profesional diharapkan dalam penyediaan bahan pustaka di perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh penggunya secara optimal. Hal ini dimaksudkan agar dapat memenuhi kebutuhan penggunanya.

Sebanyak dan selengkap apa pun koleksi yang dimiliki perpustakaan tentu tidak akan bermanfaat, apabila tidak pergunakan oleh pemakai. Disinilah peran seorang pustakawan yang berpengalaman dalam penyediaan bahan pustaka selalu memperhatikan kebutuhan, minat serta selera dari penggunanya. Berbagai upaya ditempuh oleh pihak perpustakaan untuk menyediakan layanan perpustakaan yang baik atau prima agar dapat memberikan kepuasan kepada penggunanya.

 

2. PELAYANAN PRIMA

Berdasarkan latar belakang di atas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memberikan pelayanan yang prima terhadap pengguna perpustakaan, khususnya kepada mahasiswa.

1.      Sebuah perpustakaan akan dapat dioptimalkan pelayanannya bila didukung oleh gedung, sarana dan prasana yang memadai.

2.      Koleksi yang mampu memberikan kebutuhan akan informasi penggunanya;

3.      Sumberdaya manusia yang memiliki keahlian di bidang perpustakaan;

4.      Teknologi informasi (komputer, internet dll.)

Di samping hal tersebut agar perpustakaan dapat memberikan pelayanan yang prima, ada beberapa elemen strategi jasa perpustakaan yang diambil penulis berdasarkan pendapat Ninis (2007) diantaranya, sebagai berikut:

1.      mengkaji siapa klien.

2.      mengkaji layanan jasa informasi yang klien inginkan.

 

2.1 Klien

Membuat katagori klien atau segmentasi merupakan tahap awal dari perencanaan jasa layanan informasi. Adapun klien yang ada di perpustakaan UNPAS adalah : mahasiswa, staf pengajar, karyawan dan pengguna dari luar UNPAS dalam hal ini adalah mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

 

2.2 Kebutuhan klien

Untuk mencari tahu kebutuhan klien pada saat ini maupun kedepan, amatlah penting untuk memahami persoalan-persioalan/isu-isu yang dihadapi lingkup kerja mereka. Misalnya kebutuhan mahasiswa program studi desain tentunya akan berbeda dengan program studi lainnya. Oleh karena itu kita harus dapat menyediakan informasi/koleksi yang mencakup seluruh program studi yang ada di UNPAS dan kebutuhan informasi apa saja yang mereka butuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi klien perpustakaan tidak dapat bekerja sendiri harus dapat bekerjasama dengan pihak lain baik program studi yang ada di UNPAS, karena yang mengetahui kebutuhan informasi mahasiswa adalah program studi yang ada di UNPAS, disamping itu staf perpustakaan harus berperan aktif untuk mengetahui kebutuhan klien dengan cara melakukan pendekatan kepada klien (mahasiswa) yang datang ke perpustakaan, kebutuhan informasi atau koleksi apa saja yang mereka butuhkan.

 

3. KESIMPULAN

Dengan demikian untuk dapat melakukan pelayanan prima di perpustakaan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengkaji klien / mempelajari klien agar lebih mengenal klien harus merupakan kegiatan penting yang tidak dapat ditinggalkan oleh perpustakaan. Melalui penelitian kebutuhan klien yang terus dilakukan dan direvisi secara berkala, akan dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang klien, sehingga memudahkan pustakawan dan perpustakaan menyiapkan dan menyediakan jasa perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan klien. Artinya jasa perpustakaan yang ditawarkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh klien.

2 Komentar

  1. artikel bagus, liat liat

    • Terima kasih, semoga artikelnya dapat bermanfaat


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s