KENAIKAN BBM DAN BLT, SYNDROME BUTA TULI NYA PEMERINTAH

KENAIKAN BBM DAN BLT, SYNDROME BUTA TULI NYA PEMERINTAH

 

Sejak pemerintah SBY-JK berkuasa, seolah derita ibu pertiwi tiada henti, menerpa dan terus menerpa. Bencana demi bencana terus berdatangan bergelombang seolah tiada henti.

Di mulai dari Nabire, Tsunami, banjir, longsor wuah tak kehitung deh, dari Sabang sampai Merauke merasakan bencana alam yang dahsyat. Tidak hanya itu, kecelakaan demi kecelakaan menerpa transportasi, baik di darat, laut maupun udara yang nota bene menimbulkan pencekalan beberapa negara terhadap maskapai penerbangan Indonesia, seperti eropa, amerika dll. Ini menandakan betapa buruknya kepemimpinan SBY-JK.

Dan yang paling parah dan aktual adalah Kenaikan BBM vs BLT yang terjadi pada tanggal 23 Mei 2008.

Inilah prestasi bencana terbesar yang ditorehkan oleh SBY-JK, yang nampaknya mereka ini sumber bencana alam terbesar bagi IBU PERTIWI. Betapa tidak, rakyat yang susah payah melawan sukarnya kehidupan, diperparah dengan kenaikan BBM, dengan dalih subsidi dialihkan untuk rakyat miskin (dari subsidi barang ke subsidi orang (Malarangeng Berbicara). SBY-JK tak sadar dan mungkin sadar namun pura-pura tak sadar, demi kepentingan politiknya, apapun dilakukan, padahal dampak dari kenaikan BBM justru paling dirasakan oleh rakyat miskin. Dengan kenaikan BBM, berarti naik pula kebutuhan pokok, transpor, biaya kesehatan, biaya pendidikan dll. Lihat seperti dikomando semua perusahaan, bahkan instansi pemerintah sendiri pun, menyesuaikan standar harga dengan kenaikan BBM, apa ini tak memperparah rakyat kecil??.

Rakyat dibuat pasrah, suka tak suka, mau tak mau harus menerima penderitaan yang disitir oleh SBY-JK, mereka tak juga kapok yah, dengan bencana yang terus menghantui Ibu Pertiwi, akibat kepemimpinan yang tidak berpihak pada rakyat.

Apa mereka tak punya mata, apa mereka tak punya telinga?

Mata hati  mereka benar-benar telah terkunci, telinga mereka benar-benar telah tertutup seolah mereka berjalan dalam kegelapan malam, hanya ketika ada cahaya kilat memancar di depan, mereka pun berjalan kembali. Mereka ibarat orang-orang yang takut akan petir, telinga mereka ditutupi, tak mau mendengar jeritan rakyat. Masa bodo dengan mahasiswa, masa bodo dengan masyarakat, masa bodo dengan Organda, masa bodo dengan nelayan yang sangat ketergantungan terhadap solar, masa bodo, masa bodo EGP, yang penting tujuan tercapai, ntah cara apa pun ditempuh.

Coba simak Saudara-saudaraku pernyataan JK (Kala) “penerima BLT harus turut menghentikan demo kenaikan BBM” ini adalah pernyataan seorang pemimpin yang sudah prustasi tak punya pola pikir lagi” (kasihan yah???)

Apa tak lihat rakyat yang begitu sengsara, dan sangat sengsara. Mari kita telaah  di beberapa daerah, banyak bayi mati karena kelaparan, banyak bayi mati yang kekurangan gizi, bahkan tak sedikit orang tua renta makan nasi aking.

Apa tak dengar rakyat berteriak sambil banjir darah menolak kenaikan harga BBM, betapa tulinya pemerintah, betapa butanya pemerintah, dari Sabang sampai Merauke pun menolak, namun tetap tak bergeming, mata mereka sudah tertutup, telinga mereka sudah tertutup, dan yang paling parah MATA HATI mereka telah tertutup rapat-rapat, inilah simbol PEMERINTAH SYNDROME BUTA TULI.

Ingat sekarang mulut masih bisa berbicara

Kelak tangan, kaki dan anggota tubuh yang akan berbicara

Keenakan, keasyikan di atas penderitaan 200 juta rakyat

Nanti akan dipertanggung jawabkan

di hadapan YANG MAHA ADIL

takkan ada lagi kolusi

takkan ada lagi permainan

semua akan patuh

semua akan taat

tak kan bisa tuk kembali

sadarlah selagi diberi kesempatan,

insyaplah melukai orang miskin

 

Demikian tuangan hati yang terdalam, mohon maaf kalau terlalu kasar, atau ada yang salah, Semoga Indoenesia menjadi NEGARA MADANI seperti yang dicita-citakan pendahulu kita. A.miin.

 

Wassalam

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s