Pengalaman mengasyikan di Perpustakaan

PENGALAMAN MENGASYIKAN DI PERPUSTAKAAN

Oleh: Hilman Firmansyah

Bercerita tentang pengalaman mengasyikan di perpustakaan, tentunya akan banyak hal dan memakan waktu yang lama, namun demikian yang terangkum dalam memory card ini hanya sekiannya saja, maklum lah sudah termakan usia. Sebelumnya sedikit perkenalan, aku ini bukan sarjana perpustakaan, tapi bekerja di perpustakaan sejak tahun 1989, dan tak pernah pindah ke lain hati. Setiap seseorang bertanya tentang pekerjaanku? ”Aku sok i ye, selalu bilang ”PUSTAKAWAN”, hal ini karena saking cintanya terhadap perpustakaan, bahkan di kantor pun, selalu memberikan pertimbangan bila akan dimutasikan ke tempat lain, dengan dalih: ”untuk apa ilmu perpustakaan ini, kalau harus dimutasikan ke tempat lain (fakultas/unit lainnya)?”. Alhamdulillah sampai 2008 ini aku masih bertengger di perpustakaan, bahkan saat ini dipercaya menjadi Kepala UPT Perpustakaan Unpas, suatu jabatan yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Kecintaan terhadap perpustakaan membuatku mengembangkan sayap untuk belajar ilmu perpustakaan. Awal dimulainya pembelajaran ilmu perpustakaan pada tahun 1993, tepatnya di Yayasan Pustakawan Indonesia (YPI) di Jalan Kemetiran Kidul Yogyakarta, (Diucapkan terima kasih kepada para pengajar di YPI). Tahun 1996 mengikuti pelatihan singkat non-gelar Libarary Management Six University Development and Rehabilitation Project (SUDR) di Universitas Indonesia selama 6 bulan. Sungguh hal yang mengasyikkan, kala itu dapat bertemu dengan berbagai rekan seprofesi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia baik dari PTN maupun PTS. Di samping pelatihan-pelatihan tentang perpustakaan dan informasi, berbagai seminar, workshop pun diikuti untuk menambah wawasan tentang perpustakaan.

Memasuki usiaku ke-20 di perpustakaan, telah banyak kali pengalaman yang indah dan berkesan.

Pengalaman pertama terindahku adalah saat awal aku bekerja di Perpustakaan Unpas tahun 1989, rasa senang, ketika hampir setiap pengunjung yang masuk ke perpustakaan senantiasa berucap salam kepada petugas, rasa kedekatan terasakan antara petugas dan pengunjung, bahkan seperti saudara sendiri, padahal kala itu koleksi yang dimiliki perpustakaan masih masih sedikit, hanya mengandalkan sumbangan alumni dan dari Asia Foundation. Kala itu pun setiap pagi selalu berebut koran, siapa yang paling duluan datang baik petugas maupun mahasiswa, itulah yang akan membaca duluan di teras perpustakaan.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun dilewati bekerja di perpustakaan tercinta, dengan merasa senang, walaupun dengan serba keterbatasan, banyak kali hal-hal yang terjadi berkaitan dengan kebutuhan informasi pengunjung, bahkan tidak hanya sebatas penelusuran informasi saja, tetapi sudah sampai ke tahap konsultasi dan bimbingan penelitian. Hal ini tetunya menuntut peran lebih seorang pustakawan untuk memenuhi hal tersebut, mau tidak mau, suka tidak suka, dan emang harus suka, pengetahuan pustakawan terus senantiasa diupdate disesuaikan dengan kebutuhan klien dan perkembangan zaman (Ci e, ci e). Memang tidak mudah, namun bila kita senang, bila kita suka, semuanya akan asyik-asyik aja, buktinya 19 tahun bekerja di perpustakaan, masih tetap bertahan, bahkan dapat meningkatkan kreativitas kerja, kesan jenuh, kesan bosan pun hilang bila ada kreativitas.

Salah satu bentuk kreativitas, dan yang mengasyikan adalah ketika dapat membantu mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir (skripsi) sampai dia lulus dengan predikat memuaskan, bahkan pernah juga sangat memuaskan. Kesenangan dan kebanggan tersendiri bila yang kita bantu berhasil, bahkan dapat melampaui target yang diharapkan, ”Amazing ” eit tapi tidak boleh sombong harus tetap pada jalur kebenaran (Itu semua merupakan pemberian dari Allah Subhanahu Wataala)”.

Jadi di perpustakaan tidak hanya melulu melayankan peminjaman buku, majalan, internet atau pun layanan lainnya. Tetapi layanan di perpustakaan dapat ditingkatkan dengan layanan konsultasi dan bimbingan.

Hal ini telah dilakukan bertahun-tahun, walaupun semua memang belum dilakukan secara formal, sehingga tak dapat didata berapa yang sudah dibantu, mungkin kalau dihitung-dihitung sudah ratusan kali ye yang dapat dibantu. Dan tentunya hal ini sekemampuan dan kondisi yang dimiliki. Kebutuhan klien yang ingin dibantu diantaranya konsultasi judul; pencarian journal untuk kebutuhan skripsi, membuat proposal, membuat laporan tugas akhir, membuat laporan magang, laporan kerja praktek, sampai akhirnya membantu bagaimana caranya menghadapi sidang tugas akhir. Trik dan strategi pun dikeluarkan dan ditularkan, ibarat para normal memforcasting keadaan, dan hal ini dilakukan memforcasting berbagai kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan ketika sidang Sarjana, Alhamdulillah semua ini diperoleh di perpustakaan, di tempat kerja yang mengasyikan.

Seiring bergulirnya waktu dan mengalirnya air, berbagai bidang tugas akhir pun dipelajari, dan ditularkan kepada klien, ada tentang akuntansi (akuntansi pemerintah, audit, spi, akuntansi keuangan dll),  Manajemen (Keuangan, Pemasaran, MSDM),  pendidikan (PKN, Akuntansi), Hukum (perdata, pidana, HTN).

Pengalaman miris yang sangat menarik yang diperoleh dari pengalaman kakakku di Sumedang adalah penuturan  dia tentang temannya seorang guru yang sedang menempuh bangku kuliah, kala itu teman kakakku sangat mangkel dan kesal dengan perlakuan dosennya yang membimbing skripsi, sampai berkali-kali mencoret-coret dan memaki-maki nya, padahal teman kakakku itu adalah seorang guru. Dan sampai saat ini teman kakakku ini masih kesal sama dosen pembimbingnya itu, padahal sudah bertahun-tahun berlalu. Selanjutnya kakakku pun berpesan agar sebisa mungkin dapat membantu mahasiswa yang kesulitan, agar jangan sampai terjadi menimpa seperti temannya itu.

Pengalaman serupa pun dialami oleh seorang mahasiswa yang kebetulan berkonsultasi di perpustakaan. Ia merasakan kebingungan yang amat sangat, bahkan sudah prustasi, hingga dia ingin mengganti judul skripsinya. Dengan kesabaran dan memotivasi, tentunya dengan bujuk rayu agar dia tetap sabar dan tegar, ku coba berikan resep dan trik, dengan cara mengganti kalimat yang dicoret oleh pembimbingnya, dengan sedikit perubahan, dan tentunya tak lupa memohon kepada Yang Maha Kuasa, karena sumber pengetahuan adalah dari-Nya, Alhamdulillah hanya dua kali bimbingan, Skripsi mahasiswa tersebut di-acc untuk disidangkan, Ruarr biasa Amazing, tapi tentunya hal ini tak aneh, bila memang Alloh Subhanahu Wataala telah menghendakinya.

 

Sebetulnya buanyak kali, pengalaman yang ingin ditorehkan, namun karena keterbatasan kemampuan, sampai di sini dulu yah????, semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi yang lain, terutama bagi adik-adik yang sedang menyusun tugas akhir, dan tentunya juga mudah-mudahan berguna bagi rekan pustakawan.

Berkarya dan terus berkaya lah PUSTAKAWAN, galilah terus potensi diri yang dimiliki, dan don’t forget tuk terus berdoa, agar kita tidak termasuk orang-orang yang sombong yaitu  orang-orang yang tak pernah berdoa.

Sekian …

Wassalam….

UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PASUNDAN

BANDUNG, 28 Oktober 2008

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.