Kinerja

2.4  Kinerja

2.4.1 Pengertian Kinerja Pegawai

Pengertian Kinerja yaitu suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang  karyawan diartikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000:67) dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, mengemukakan pengertian kinerja sebagai berikut :

Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikanya.

Selanjutnya peneliti juga akan mengemukakan tentang definisi kinerja karyawan menurut Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino cardoso gomes dalam bukunya yang berjudul Human Resource Management,

Performansi adalah catatan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu.

Sedangkan Veithzal Rivai (2006:309) mengatakan bahwa kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas mengungkapkan bahwa dengan hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan dapat dievaluasi tingkat kinerja pegawainya, maka  kinerja karyawan harus dapat ditentukan dengan pencapaian target selama periode waktu yang dicapai organisasi.

 

2.4.2 Pengukuran Kinerja Pegawai

Selanjutnya peneliti akan mengemukakan ukuran-ukuran dari Kinerja karyawan yang dikemukakan oleh Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino cardoso gomes dalam bukunya Human Resource Managemen  yaitu sebagai berikut :

1.    Quantity of work : jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan.

2.    Quality of work : kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapanya.

3.    Job Knowledge : luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya.

4.    Creativeness : keaslian gagasan –gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.

5.    Cooperation : kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama anggota organisasi

6.    Dependability : kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja.

7.    Initiative : semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya.

8.    Personal Qualities : menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan dan integritas pribadi.

 

Sedangkan Agus Dharma dalam bukunya Manajemen Supervisi (2003:355) mengatakan ”hampir semua cara pengukuran kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

a. Kuantitas, yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan.

b. Kualitas, yaitu mutu yang harus dihasilkan (baik tidaknya). Pengukuran kualitatif keluaran mencerminkan pengukuran ”tingkat kepuasan”, yaitu seberapa baik penyelesaiannya. Ini berkaitan dengan bentuk keluaran.

c. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan.

Adapun aspek-aspek standar kinerja menurut A.A.Anwar Prabu Mangkunegara (2005:18-19) terdiri dari aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Aspek kuantitatif meliputi:

(1) Proses kerja dan kondisi pekerjaan

(2) Waktu yang dipergunakan atau lamanya melaksanakan pekerjaan,

(3) Jumlah kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan, dan

(4) Jumlah dan jenis pemberian pelayanan dalam bekerja.

Sedangkan aspek kualitatif meliputi:

(1) Ketepatan kerja dan kualitas pekerjaan

(2) Tingkat kemampuan dalam bekerja,

(3) Kemampuan menganlisis data/informasi, kemampuan/kegagalan menggunakan mesin/peralatan, dan

(4) Kemampuan mengevaluasi (keluhan/keberatan konsumen).

 

2.4.3   Faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja

Faktor-faktor penentu pencapaian prestasi kerja atau kinerja individu dalam organisasi menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:16-17) adalah sebagai berikut:

1.      Faktor Individu

Secara psikologis, individu yang normal adalah individu yang memiliki integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah). Dengan adanya integritas yang tinggi antara fungsi psikis dan fisik, maka individu tersebut memiliki konsentrasi diri yang baik. Konsentrasi yang baik ini merupakanmodal utama individu manusia untu mampu mengelola dan mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi.

2.      Faktor Lingkungan Organisasi

Faktor lingkungan kerja organisasi sangat menunjang bagi individu dalam mencapai prestasi kerja. Faktor lingkungan organisasi yang dimaksud antara lain uraian jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang menantang, pola komunikasi kerja efektif, hubungan kerja harmonis, iklim kerja respek dan dinamis, peluang berkarier dan fasilitas kerja yang relatif memadai.

 

Dari pendapat di atas dapat dijelaskan, bahwa faktor individu dan faktor lingkungan organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

 

2.4.4 Peningkatan Kinerja Pegawai

Dalam rangka peningkatan kinerja pegawai, menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:22-23) terdapat tujuh langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Mengetahui adanya kekurangan dalam kinerja.

b. Mengenal kekurangan dan tingkat keseriusan

c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan, baik yang berhubungan dengan sistem maupun yang berhubungan dengan pegawai itu sendiri.

d. Mengembangkan rencana tindakan untuk menanggulangi penyebab kekurangan tersebut.

e. Melakukan rencana tindakan tersebut.

f. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum.

g. Mulai dari awal, apabila perlu.

Bila langkah-langkah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka kinerja pegawai dapat ditingkatkan.

 

About these ads

192 Komentar

  1. Berapa lama masalah yang ada bisa diatasi ???

  2. Tergantung dari kasusnya pak, memang butuh waktu yang cukup untuk merubah kinerja

  3. Terima kasih, apa pikiran anda untuk disumbangkan ? hehee

  4. Dari artikel Bapak, nampaknya mendalami bidang kesehatan. Saya pernah membantu kakak saya tentang peranan posyandu, ternyata peran Kader posyandu sangat besar bagi peningkatan kesehatan balita, dan ibu balita bila bisa diberdayakan

  5. saya mahsiswa yang sedang melaksanakan skripsi dengan judul “rekrutmen dan seleksi dalam upaya mendapatkan tenaga kerja yang berkualias”.
    dari artikel bapak saya baca yaitu kinerja merupakan output dari kualitas karyawan.
    nah, saya kesulitan dengan variabel “kualitas tenaga kerja” dalam penyusunan skripsi saya,
    saya kesulitan untuk mendapatkan landasan teori mengenai kualias karyawan, parameter dan tolak ukurnya menurut saya sangat luas bahasannya,
    bolehkah saya minta pencerahan anda bagaimanakah saya harus menulis tentang kualitas karyawan ini.
    terima kasih, hormat saya

  6. Coba anda baca buku Veitzl Rivai tentang MSDM disitu banyak sekali tentang, barangkali ini sedikit berguna berkaitan dengan kualitas, menurut saya ada kaitannya dengan kompetensi:
    Variabel Konsep Variabel Indikator
    Skala
    Kompetensi (X1) Kompetensi merupakan kapasitas individu untuk menjalankan berbagai tugas dalam pekerjaan.
    (Syaiful F. Prihadi, 2004:92-94)
    – Nilai (Value)
    – Keunikan (Rareness)
    – Kemampuan untuk mencontoh (Imitability)
    – Organisasi
    (Robert L.Mathis, 2001:45-46)
    – Motives
    – Traits
    – Self-concept
    – Pengetahuan
    – Keterampilan
    (Syaiful F. Prihadi, 2004:92-94)
    • Ordinal
    Motivasi (X2) Faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik.
    (Hezberg dalam Manulang, 2004:178) – Achievement (keberhasilan pelaksanaan)
    – Recognition (pengakuan)
    – The work it self (pekerjaan itu sendiri)
    – Responsibities (tanggung jawab)
    – Advancement (pengembangan)
    (Hezberg dalam Manulang, 2004:178) • Ordinal

    Kinerja (Y) Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses – Quantity of work
    – Quality of work
    – Job Knowledge
    – Creativeness
    – Cooperation
    – Dependability
    – Initiative
    – Personal Qualities
    – Capability
    – Communication
    Gomes (2003:142)
    T.R. Mitchell (1978:343) dalam Sedarmayanti (2001:51) • Ordinal

  7. saya mahasiswa yang sedang skripsi tentang audit terhadap supir. saya ingin bertanya bagaimana cara mengukur kinerja supir??
    tq

  8. Untuk menentukan kualitas tenaga kerja tentunya harus ada dulu standar personalia sebagai pembanding (Susilo Martoyo, 2000:30), harus terlebih dahulu ditentukan.
    Standar ini merupakan persyaratan minimum harus dipenuhi agar seseorang pekerja/pegawai/karyawan dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik. Penentuan mutu ini, menurut Heidjrachman dalam bukunya Manajemen Personalia, akan menyangkut:
    a. Rancangan jabatn
    b. studi terhadap tugas dan kewajiban suatu jabatan untuk menentukan kemampupan karyawan yang diperlukan bagi jabatan tersebut.
    Menurut Urwick dalam Martoyo 5 sifat hakiki: kebenaran, kemauan, pikiran yang fleksibel, pengetahuan, dan kesempuranaan waktak (Martoyo, 2000:31).
    Mudah-mudahan sedikit memberikan pencerahan, jangan putus asa terus dicoba untuk diajukan.

  9. untuk mengukur kinerja supir kriterianya sama saja, pokoknya jangan lepas dari teori yang mau kita pake, apa indikatornya, yang penting kan kalau kinerja itu output yang dihasilkan? jadi yang dihasilkan oleh supir selama bekerja itu bagaimana, coba diteliti dulu perkembangan dalam satu minggu, hari apa yang biasanya menghasilkan terbanyak, dari situ kita bisa menganalisis. Untuk menganalisis ada baiknya terapkan teori dari Anwar Prabu di atas, mangga cobian (silahkan dicoba) Semoga berhasil

  10. Pa saya sedang menyusun tesis saya kesulitan dalam mencari data mengenai kinerja,khususnya dalam menentukan apa yang dijadikan indikator kinerja dalam kerangka pemikiran. saya sangat mengharapkan bantuan bapak.terima kasih

  11. sudah saya kirim lewat email, mudah-mudahan berguna, kalau boleh tahu kinerja dengan apa?

  12. pak saya sedang membuat skripsi judulnya Tinjauan tentang kinerja pegawai pada kantor camat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. pedoman-pedoman apa saja yang bisa menjadi acuan saya untuk mendapatkan materi tersebut. kemudian apa indikator yang cocok buat kinerja pegawai nya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinierja pegawai tersebut. terima kasih

    • Cari buku terbitan LAN Bandung, disitu dijelaskan tentang Kinerja Pemerintah, diantaranya seperti:
      Setiap organisasi biasanya cendrung untuk tertarik pada aspek-aspek pengukuran kinerja, seperti yang dikemukakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam bukunya Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah (2000:7), sebagai berikut :
      a. Aspek financial
      b. Kepuasan pelanggan
      c. Operasi bisnis internal
      d. Kepuasan pegawai
      e. Kepuasan komunitas dan stakeholders
      f. Waktu.

      Istilah lain untuk penilaian kinerja yaitu pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran.
      Whittaker dan Simons dalam LANRI bukunya Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah (2000:5), menjelaskan bahwa definisi tersebut mengandung pengertian :
      Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan untuk berperan sebagai mekanisme untuk memberikan penghargaan/ hukuman (reward/punishment), akan tetapi pengukuran kinerja berperan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.

      Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil pencapaian atau suatu prestasi kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilaksanakan oleh sekelompok atau perorangan dengan saling pengertian dan pertimbangan bersama yang berpedoman pada suatu standar kerja. Pada dasarnya manajemen yang berhasil mengelola organisasi tersebut sebagai organisasi berkinerja tinggi.

      Untuk mencari indikator di tulisan saya terdahulu juga bisa dijadikan indikator atau yang ada pada buku Kinerja Pemerintah terbitan LAN Bandung.

      • Kinerja aparatur menurut Mangkunegara dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan (2004:67), yaitu :
        Kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

        Berbicara tentang kinerja aparatur, erat kaitannya dengan cara mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang sehingga perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance.
        Menurut Mitchel yang dikutip Sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja (2001:51), menyebutkan aspek-aspek yang meliputi kinerja yang dapat dijadikan ukuran kinerja seseorang, yaitu sebagai berikut :
        1. Kualitas Kerja (quality of work)
        2. Ketepatan waktu (promptness)
        3. Inisiatif (inisiative)
        4. Kemampuan (capability)
        5. Komunikasi (communication)

        Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 126 ayat (3), menyebutkan bahwa selain melaksanakan tugas pelimpahan sebagian wewenang Bupati atau Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, Kecamatan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan yang meliputi :
        1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
        2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum.
        3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan.
        4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
        5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.
        6. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan.
        7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

        Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja aparatur kecamatan merupakan penilaian terhadap hasil kerja aparatur kecamatan secara kualitas dan kuantitas mengenai tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan yang telah ditetapkan dalam peraturan, hal yang paling utama adalah pencapaian hasil kerja dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
        Menurut Tjiptono dalam bukunya Manajemen Jasa (2002:16), menyatakan bahwa:
        Kualitas pelayanan publik dalam pemerintahan demokratis yang berorientasi kepada publik adalah didasarkan pada harapan publik terhadap pelayanan itu, yang berarti kualitas yang baik bukan berdasarkan persepsi penyedia pelayanan melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan.

        Sifat kualitas pelayanan yang berkaitan erat dengan tingkat kepentingan pelanggan menyebabkan pelanggan akan mengevaluasi pelayanan yang diterima. Menurut Tjiptono, dalam bukunya Manajemen Jasa (2000:70), ada 5 dimensi yang digunakan pelanggan dalam menilai kualitas pelayanan, adalah sebagai berikut :
        1. Bukti Langsung (tangibles)
        2. Kehandalan (realiabity)
        3. Daya Tanggap (responsiveness)
        4. Jaminan (assurance)
        5. Empati (empathy)

        Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengukuran terhadap kualitas pelayanan publik berarti mengevaluasi atau membandingkan kinerja suatu layanan dengan seperangkat standar yang telah ditetapkan.

  13. saya mahasiswa sedang nyusun skripsi juga, gmn dengan cara mengukur kinerja pegawai negeri sipil dalam rangka profesionalisme, dalam pelayanan publik,

    mohon y pencerahannya, seperti yang lain.

    thanks before

    • Menurut kamus Webster Amerika dalam Pandji Anoraga dengan bukunya Psikologi Kerja (2005:69) menegaskan bahwa : “Profesionalisme adalah suatu tingkah laku, suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi”
      Menurut Maister dalam Hidayat dengan bukunya Profesionalisme Sejati (1998:23) bahwa “Profesionalisme adalah terutama masalah sikap bukan seperangkat kompetensi. Seorang profesional sejati adalah seorang teknisi yang peduli”.
      Sobandi dalam bukunya Etika Kebijakan Publik (2002:64) mengemukakan bahwa ada enam karakteristik dari profesionalisme yaitu:
      1. Harus ahli (expertise)
      2. Mampu mandiri (autonomy)
      3. Bertanggung jawab terhadap pekerjaannya
      4. Mampu menunjukan bahwa dirinya sebagai profesional
      5. Memegang teguh etika profesinya (ethics)
      6. Memelihara hubungan baik dengan pihak lain (masyarakat)
      Selanjutnya Moenir mengemukakan pengertian pelayanan umum dalam bukunya Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia (2002:27) bahwa:
      Pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya.

      Menurut Keputusan Menpan No. 81 Tahun 1993 dalam Sedarmayanti dengan bukunya Restrukturisasi dan Pemberdayaan Organisasi Untuk Menghadapi Dinamika Perubahan Lingkungan (2003:193) bahwa:
      Pelayanan umum adalah segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di daerah dilingkungan Badan Usaha Milik Negara/ Daerah dalam bentuk barang atau jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.

      Moenir dalam bukunya Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia (2002:41) menjelaskan bagaimana perwujudan pelayanan yang didambakan ialah:
      1. Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa adanya hambatan yang kadang kala dibuat-buat.
      2. Memperoleh pelayanan yang wajar.
      3. Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib dan tidak pandang bulu.
      4. Pelayanan yang jujur dan terus terang.

      Untuk kinerjanya di atas sudah cukup

  14. hallo salam kenal. saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. tema skripsi saya berhubungan dengan kinerja juga.. mungkin bapak bisa memberikan masukan mengenai buku apa saja yang sekiranya membahas tentang kinerja secara lengkap.. hehe

    terima kasih

    • 1. evaluasi kinerja/ mangkunegara/ Bdg: refika aditama, 2007.
      2. surya dharma/ manajemen kinerja. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
      3. mahmudi / manajemen kinerja sektor publik. Yogyakarta: UPP YKPN, 2007
      dan yang lumayan lengkap
      Veithzal rifai / performance approaisal. Jakarta L RajaGrafindo Persada, 2007

  15. saya butuh masukan tentang teori,rekomendasi, dll utk skripsi saya..
    judul: pengaruh pengorganisasian kepala puskesmas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai.
    saya butuh banyak referensi ttg buku2 kinerja pegawai sektor publik, fungsi dan peran pelayanan kesehatan primer (puskes),
    makasii..

    • buku2 berkaitan dengan kinerja ada pada comment sebelumnya, refensi tentang kinerja sektor publik bukunya lengkap di Akuntanbilitas Kinerja Pemerintah terbitan LAN Bandung, buku tsb. lengkap dan sesuai dengan peraturan dari pemerintah

  16. saya mahasiswa lg nyusun skripsi, saya mau tanya apa saja parameter untu karyawan berprestasi.
    moho pencerahannya yaa… makasie…

  17. saya juga butuh parameter prestasi kerja itu apa saja..

    • Parameter dari prestasi kerja atau kinerja pegawai yang dikemukakan oleh Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino cardoso gomes dalam bukunya Human Resource Managemen yaitu sebagai berikut :
      1. Quantity of work : jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan.
      2. Quality of work : kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapanya.
      3. Job Knowledge : luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilanya.
      4. Creativeness : keaslian gagasan –gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
      5. Cooperation : kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama anggota organisasi
      6. Dependability : kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja.
      7. Initiative : semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya.
      8. Personal Qualities : menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan dan integritas pribadi.

      Demikian semoga bermanfaat

  18. saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, judul skripsi saya hubungan profesionalisme pegawai dalam pelayanan publik dengan tingkat kepuasan pelanggan, mungkin bapak bisa memberikan masukan mengenai buku apa saja yang sekiranya berkaitan dengan judul skripsi saya dan teori apa yg harus saya gunakan. trimakasih seblumnya.

  19. saya mahasiswa pak, saya kagum sekali dengan penjelasan tenteng kinerja bapak . mau tanya pak buku apa yang berisi tentang indikator kinerja pegawai…?

  20. mba saya sedang mencari teori atau konsep yang menyatakan bahwa kinerja sangat terkait dengan kualitas pelayanan itu ada ga dibuku yang pernah mba baca? trima kasih

    • Surya Dharma (2005:341) Sistem manajemen kinerja yang baik dapat memberikan dampak yang cukup berarti terhadap operasi dan keberhasilan suatu organisasi. Adapun tujuan organisasi publik adalah dapat meningkatkan kualitas layanan. Baca juga buku Veithzal Rivai (2005:14-15) disitu dijelaskan beberapa pengertian kinerja. coba baca artikel ini: Thursday, April 12, 2007
      MENCIPTAKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

      0leh
      ferizal ahmad (aktivitis TII Riau)
      Pemerintah mempunyai peran sangat besar dalam pembuatan program pelayanan dan kebijakan publik. Berbagai regulasi dan peraturan yang menyangkut organisasi layanan publik sudah barang tentu mesti dirumuskan dengan mempertimbangkan kebutuhan publik. Tanggung jawab pemerintah tidak sekedar membuat dan menjalankan program yang bernilai ekonomis, tetapi yang lebih penting justru identifikasi apakah program dari kebijakan tersebut sudah sesuai dengan keinginan publik dan tidak malah membatasi ruang gerak masyarakat untuk bisa berkreasi secara produktif. Tingkat kehidupan masyarakat secara individual diharapkan bisa bertambah baik dan maju atas kebijakan pemerintah yang ditetapkan.
      Beberapa negara berusaha memperbaiki kualitas pelayanan publik ini dalam rangka melindungi dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Inggris misalnya, di tahun 1998 berupaya merumuskan Public Service Agreements sebagai bentuk kesepakatan baru peningkatan pelayanan publik. Kesepakatan pelayanan publik ini dimaksudkan untuk menghimpun berbagai perbaikan khusus dalam pelayanan sebagaimana diharapkan masyarakat. Sementara di Australia, upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik ini dilakukan dengan monitoring kinerja semua organisasi penyedia layanan publik secara berkelanjutan oleh Komisi Industri yang ditugaskan khusus pemerintah. Disinilah pemerintah mempunyai peran besar untuk mewujudkan ketercapaian perbaikan kualitas pelayanan publik dengan efektif.
      Upaya memperbaiki kinerja organisasi layanan publik ini harus dilakukan secara terus menerus bila dilihat kemanfaatannya bagi masyarakat. Dengan demikan, para klien dan pengguna jasa organisasi publik tersebut dapat menerima layanan sesuai dengan kebutuhannya, lebih relevan dan efektif. Selain itu para wajib pajak menerima imbal balik yang sepadan dan efektif oleh karena mereka dapat menikmati pelayanan dari lembaga layanan publik dengan memuaskan.
      Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan dengan memperbaki manajemen kualitas jasa yakni upaya meminimasi kesenjangan (gap) antara tingkatan layanan yang disediakan organisasi dengan harapan dan keinginan masyarakat pengguna (customer satisfaction). Dalam rangka memperbaiki kualitas layanan ini, organisasi layanan publik harus mampu meningkatkan teknik-teknik manajemen yang berorientasi pada kebutuhan customer/masyarakat pengguna. Pengukuran kinerja secara periodik sangat perlu dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kesenjangan yang terjadi. Kinerja merupakan konsep yang multi dimensional dan banyak dipengaruhi berbagai macam faktor. Ukuran kinerja yang layak bagi organisasi layanan publik ini tidak sekedar bersifat finansial (input). Kinerja organisasi layanan publik harus diukur dari outcome, karena outcome inilah variabel kinerja yang paling mewakili derivasi/penurunan dari misi organisasi sampai pada aktifitas operasional.
      Outcome dapat dipergunakan untuk menilai aspek finansial dan non finansial, sekaligus tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan kontribusi ekonomi secara bersama-sama dapat diukur ketercapaiannya dengan mengidentifikasi outcome. Misalkan, keberhasilan sebuah Pemda Kota/Kabupaten bukan dilihat dari fasilitas-fasilitas yang dimilikinya (output) tetapi dari kemanfaatan langsung atas keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut (outcome) bagi masyarakat. Sebagai contoh keberhasilan pembangunan sebuah gedung rumah sakit, bukan dilihat dari megahnya gedung tersebut, namun lebih jauh lagi adalah seberapa besar nilai strategis gedung tersebut bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat.
      Selanjutnya monitoring kinerja perlu dilakukan sebagai alat untuk mengevaluasi apakah pelayanan publik dan program-programnya ini sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Monitoring kinerja dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi apakah tingkat kualitas pelayanan publik sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Dengan dilakukan monitoring kinerja secara berkelanjutan, sebenarnya akan membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi layanan publik itu sendiri. Beberapa langkah penting, antara lain :
      1. Menentukan indikator kinerja yang menggambarkan pencapaian tujuan organisasi sehingga ada kejelasan tentang apa yang sebenarnya hendak dicapai organisasi dan bagaimana cara mengukur pencapaian tujuan organisasi tersebut.
      2. Memaparkan hasil pencapaian terhadap tujuan dan program berdasarkan indikator kinerja di atas.
      3. Berdasarkan paparan hasil penilaian pencapaian tujuan dan programnya dapat diidentifikasi apakah organisasi sudah melakukan kegiatan secara efektif dan efisien sebagai dasar untuk perbaikan pelayanan pada masyarakat.
      Pertanyaan mendasar dalam proses monitoring ini adalah, bagaimana sumber daya digunakan? dan apakah tindakan yang diperlukan untuk menjamin tercapainya pengelolaan sumber daya secara ekonomis, efisien dan efektif sudah dilakukan?. Jika organisasi layanan publik ini dimisalkan pemerintah/pemda, monitoring kinerja berarti menjawab pertanyaan tentang apakah pemerintah/pemda tersebut sudah mengelola sumber daya secara optimal dan menyediakan layanan terbaik untuk kepuasan masyarakat. Adanya perbaikan kualitas pelayanan dapat diidentifikasi dari menurunnya tingkat komplain dari masyarakat pengguna, kepuasan masyarakat dan meningkatnya jumlah kepercayaan masyarakat umum. Organisasi layanan publik harus berorientasi pada outcome dan bukan sekedar input dan output. Jadi indikator kinerja atas organisasi layanan publik bukan sekedar jumlah pengeluaran yang tidak melebihi anggaran tetapi yang lebih penting adalah tingkat kepuasan yang dirasakan oleh para masyarakat pengguna jasa tersebut karena harapan dan kebutuhannya dapat tercapai.
      Jadi dapat disimpulkan bahwa buruknya kinerja organisasi layanan publik disebabkan karena organisasi layanan publik tersebut tidak berorientasi kepada masyarakat pengguna (apa yang dibutuhkan oleh masyarakat). Artinya, masyarakat pengguna bukan menjadi perhatian utama, dengan pertimbangan bahwa mereka pasti membutuhkan jasa atau layanan publik ini. Tanpa harus dengan pelayanan yang baikpun masyarakat pasti akan datang. Mindset seperti inilah yang seharusnya dirubah.
      Kembali lagi kepada pemerintah, terutama pemda seharusnya berperan dan mengambil bagian sebagai otorisasi organisasi layanan publik agar memperbaiki kualitas layanan dengan penetapan regulasi dan kebijakan yang lebih aspiratif terhadap kebutuhan publik. Dalam kerangka ini, haruslah terjadi pergeseran fungsi birokrasi yakni yang hanya sebagai fasilitator, selayaknya birokrasi harus kembali ke hakikat fungsi yang sebenarnya yaitu sebagai public servant. Pemerintah yang desentralisasi dalam pelaksanaan otda saat ini, seharusnya menjadi lebih dekat dengan masyarakatnya serta lebih memahami aspirasi dan kebutuhannya. Hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat seharusnya bukan berpola patron client, tetapi menempatkan masyarakat sebagai customer yang harus dilayani dengan baik. Pentingnya memperhatikan keinginan masyarakat inilah sebenarnya yang menjadi dasar dalam perbaikan kualitas layanan publik.

      http://www.jspdl-riau.blogspot.com/2007/04/menciptakan-kualitas-pelayanan-publik.html

      • pak kalo skripsi masalah hub kepemimpinan camat dengan efektivitas pegawai,minta tinjauan pustakanya

      • dibuku karangan torang tentang organisasi dan manajemen ada, silahkan dibaca

  21. saya mah ilmu adm.negara yang sedang menyusun proposal penelitian untuk skripsi saya mengenai kinerja instansi pemerintah di kabupaten yang dalam hal ini, unit pelayanan terpadu satu atap, buku-buku apa saja yang sekiranya bisa saya gunakan, masalahnya sulit sekali mencari materi atau bahan mengenai kinerja instansi pemerintahan, yang ada malah hanya mengenai LAKIP saja, ohon tanggapannya!!

  22. saya juga mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, judul skripsi saya analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja customer service, mungkin bapak bisa memberikan masukan mengenai buku apa saja yang sekiranya berkaitan dengan judul skripsi saya dan teori apa yg harus saya gunakan. trimakasih seblumnya.

    • coba dibaca comment2 sebelumnya saya dah masukkan buku-buku tentang kinerja

  23. saya adalah mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun proposal untuk penelitian di BUMN yakni PT. KAI. sekiranya buku apa yang bisa saya gunakan untuk membantu saya dalam menyelesaikan penelitian tersebut… dimana saya sedang concern tentang peningkatan kinerja pelayanan publik instansi tersebut.

    terima kasih…

    • buku tentang kinerja banyak yang paling lengkap adalah karangan veitzal rivai, sedarmayanti dan mahmudi, coba baca comment sebelumnya disitu banyak komentar yg lainnya. oh ya coba juga baca buku LAKIP (laporan akuntabilitas pemerintahan)…, biasanya setiap perusahaan jg punya pedomannya. terima kasih atas kunjungannya

  24. saya seorang mahasiswi yang sedang mernyusun skripsi tentang pekerjaan petani.masalah saya pak,bagaimana kehidupan petani itu saya tidak temukan bukunya.olong bantu saya pak.balas

    • kehidupan petani, coba cari dibuku sosial kemasyarakatan, judulnya yang tepat apa?, biar bisa kasih solusi

  25. mohon saran dari bpk..saya akan menyusun up thesis…tetapi msh bingung tentang judul yg hrs saya ambil mengenai permasalahan pegawai yang belum bekerja sesuai tupoksinya, rendahnya kemampuan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya …judul yg renc saya ambil ada 2 pak :
    1. pengaruh perilaku aparatur dan komunikasi birokrasi terhadap kinerja pegawai kelurahan
    2. pengaruh kompetensi aparatur dan komunikasi internal terhadap kinerja aparat kelurahan
    kira2 judul yg terbaik apa?…mhn pendapat bapak…dan saran indikator variabel tersebut. terima kasih atas bantuannya…

    • lebih baik yang nomor 1, karena permasalahannya kan perilaku birokratnya, kl ga salah saya ada contoh tentang perilaku birokrat

  26. hallo,,saya raskia mahasiswa sedang nyusun skripsi penge minta saran niy kalo buat nyari teori2 tentang kompensasi dan kepuasan kerja tapi keluaran di atas tahun 2005 buku sapa ya yg harus saya baca..terima kasih sebelumnya..

    • wuah banyak contoh nih:
      Malayu S.P. Hasibuan (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Toko Haji Mas Agung.
      veitzal rivai (2006). MSDM. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

  27. Mohon bantuan pak,
    saya sedang menyusun skripsi Pengaruh kinerja terhadap promosi jabatan.kira-kira teori penilaian kinerja, kompetensi tepatkah bila dimasukkan dalam tinjauan teori..kalo ada contoh dan masukan..saya boleh diemail ga pak? terima kasih sebelumnya

    • kompetensi ga usah dimasukkan, langsung aja ke pokoknya, kinerja sama promosi, paling awalnya tinjuan dulu tentang msdm

  28. tku 4 prompt responsenya..pembimbing saya mengatakan bahwa dalam kinerja ada 2 komponen kompetensi dan produktifitas hasil menurut Yaslis Ilyas…jadi semestinya kompetensi juga dibahas…saya bingung apa teori yang bisa saya kaitkan dengan promosi jabatan pada BUMN..mohon masukan, terima kasih untuk bantuannya.

    • secara umum promosi sama saja di perusahaan mana pun, saya kira banyak teori yang tentang promosi jabatan, coba anda download tentang promosi di bumn, saya kira ada aturan khususnya juga. Berkaitan dengan kompetensi, memang ada kaitan dengan kinerja, bahkan kompetensi bisa meningkatkan kinerja, tetapi tak usah dibahas terlalu panjang, nanti malah melebar, bahkan bisa menambah variabel baru, kecuali kalao kompetensi sebagai variabel bebasnya, nah baru dibahas secara mendetail

  29. Selamat malam, pak saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi. Saya ingin membahas mengenai hubungan penilaian kinerja dengan peningkatan kinerja (produktivitas) pegawai. namun saya masih ragu, apakah dua variabel ini bisa saya teliti. Output yg saya inginkan yaitu apakah kinerja pegawai meningkat dengan adanya penilaian kinerja.
    selain itu saya kesulitan dalam menemukan teori yg tepat, khususnya yang diatas tahun 2000. Buku-buku yang bapak rekomendasikan juga sudah saya cari ke toko2 buku besar di kota saya,bahkan di stasiun *hehe* namun tidak saya temukan. terutama yg robert L mathis dan veithzal rifai itu. kira2 teori apa yg tepat untuk penelitian ini?
    terima kasih pak

    • aduh kasihan amat, cari buku itu ga ketemu, di perpus aku ada lho, bila perlu datang saja ke UPT Perpustakaan Unpas Bandung. Buku berkaitan dengan penilaian kinerja atau prestasi kerja adalah MSDM Perusahaan / Prabu Mangkunegara. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005. (67-72). Hasibuan. MSDM. Jakarta: Bumi Aksara, 2003. hal. 87. Kalo tentang produktivitas kerja baca buku Sedarmayanti SDM dan Produktivitas Kerja. Mandar Maju, 2001, belum ada yang terbaru nya….
      oh ya ada juga buku Evaluasi kinerja SDM / Anwar Prabu Mangkunegara. Bandung: Refika Aditama, 2005.
      Penilaian kinerja dapat meningkatkan prestasi kerja/kinerja/produktivitas kerja.
      Dalam SEdarmayanti (2001:22) manfaaat penilaian prestasi kerja dalam suatu organisasi antara lain adalah sebagai berikut:
      1. Peningkatan prestasi kerja: dengan adanya penilaian, baik manajer maupun pegawai memperoleh umpan balik, dan mereka dapat memperbaiki pekerjaan mereka.
      2. 3. dll ada di buku sedarmayanti…..
      Jadi ada kaitan anatara penilaian kinerja dengan produktivitas atau peningkatan kinerja.
      wASSALAM

  30. Selamat malam. Saya sedang menyusun Tesis dengan Judul “Pengaruh kemampuan dan komitmen kerja terhadap kinerja perawat rawat inap”.
    Saya butuh masukkan Ibu mengenai :
    1. Bagaimana caranya mengukur kinerja perawat rawat inap.
    2. Bagaimana mengaitkan Job characteristic (karakteristik pekerjaan) dengan kemampuan.
    Karena pembimbing saya menginginkan ‘kemampuan di ukur melalui job karakteristiknya’. Apakah ada dasar teoritis yang menjelaskan bahwa job karakteristik berhubungan dengan kemampuan.? Mohon bantuannya. terima kasih.

    • Terima kasih tlah berkunjung ke blog ini++++ 1. Untuk mengukur kinerja sama saja, yang membedakan karakatiristik objek nya saja, jawaban dari komentar sebelumnya ada pada blog tentang indikator kinerja. 2. Inti teorinya adalah tempatkan lah orang pada tempatnya, artinya sesuai dengan kemampuannya. Banyak di buku SDM tentang itu the right man on the right place… Memang betul bagian SDM harus memahami betul antara katakteristik pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki oleh SDM nya… SELAMAT MENCOBA

  31. pak, saya mahasiswa lagi tesis dengan judul Pengaruh Motif Terhadap Kinerja Dosen STTD di Pwt, pertanyaan saya indikator untuk Kinerja apa saja ? terima kasih pak atas bantuannya.

    • indikator kinerja
      1. Jumlah pekerjaan
      2. Kwalitas pekerjaan
      3. Pengetahuan kerja
      4. Kreativitas
      5. Kerjasama
      6. Ketahanan
      7. Inisiatif
      8. Kwalitas individu
      9. Kemampuan kerja
      10. Komunikasi
      Gomes (2003:142)
      T.R. Mitchell (1978:343) dalam Sedarmayanti (2001:51)

      • Ada beberapa pengukuran kinerja pegawai menurut Gomes (2003 : 134) adalah sebagai berikut :
        Indikator-indikator kinerja pegawai, sebagai berikut :
        1. Quantity of work : Jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan.
        2. Quality of work : kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya.
        3. Job Knowledge : Luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya.
        4. Creativeness : Keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dari tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
        5. Cooperation : kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain (sesama anggota organisasi).
        6. Dependability : Kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja tepat pada waktunya.
        7. Initiative : Semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggung jawabnya.
        8. Personal Qualities : Menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramah-tamahan, dan integritas pribadi.

        Sedangkan menurut T.R. Mitchell (1978:343) dalam Sedarmayanti (2001:51), menyatakan bahwa kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu:
        a. Prom Quality of Work (Kualitas Kerja)
        b. Promptness (Ketepatan Waktu)
        c. Initiative (Inisiatif)
        d. Capability (Kemampuan)
        e. Communication (Komunikasi)

        Kalau ukuran pencapaian kinerja sudah ditetapkan, maka langkah berikutnya dalam mengukur kinerja adalah mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan hal tersebut dari seseorang selama periode tertentu. Dengan membandingkan hasil ini dengan standar yang dibuat oleh periode waktu yang bersangkutan, akan didapatkan tingkat kinerja dari seorang pegawai.
        Secara ringkasnya dapatlah dikatakan bahwa pengukuran tentang kinerja pegawai tergantung kepada jenis pekerjaanya dan tujuan dari organisasi yang bersangkutan.

  32. salam kenal

    saya ingin tahu tentang indikator promosi jabatan. indikator yang saya masukan antara lain: pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, kejujuran, etc (Alex Nitisemito), namun oleh dosen pembimbing disalahkan, tanpa diberiktahu yang benar apa. mohon pencerahannya.

    • coba anda gunakan pendapat Hasibuan (2006:108), kalo blum jug di acc, kita diskusikan lagi

      • terima kasih, mohon untuk terus berbagi ilmunya pak

  33. para komentator, mau tanya dong…buku dari Anwar Prabu Mangkunegara th 2000 tentang kinerja kira2 judulnya apa yah?
    thx

    • Manajemen Sumber Daya Manusia

  34. sip InsyaAlloh siap bila memungkinkan

  35. saya jmahasiswa yang sedang menyusun skripsi, judul skripsi saya peranan pelaltihan dalam meniungkatkan kinerja karyawan asuransi bagian luar(agen/penagih), mungkin bapak bisa memberikan masukan mengenai buku apa saja yang sekiranya berkaitan dengan judul skripsi saya dan teori apa yg harus saya gunakan. trimakasih seblumnya.

    • buku karangan veitzal rivai tentang MSDM, dan ada juga kinerja/performance itu sangat bagus untuk dibaca, dan saat ini banyak digunakan di beberapa perguruan tinggi. di samping itu buku MALAYU HASIBUAN sangat enak dan ringan untuk dibaca

  36. salam kenal dari saya, senang sekali saya bisa lihat blog ini saya mahasiswi yang sedang nyusun proposal tesis, kalau tema yang diangkat tentang kenerja pegawai kecamatan terhadap peningkatan kualitas layanan publik bisa nggak yah dan metodenya yang baik apa, trims

  37. Pak mohon bantuan saya sedang menyusun skripsi dg judul “fungsi komunikasi vertikal dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai” indikator pengukuran motivasi dan buku referensinya apa saja?

    Saya sangat menunggu info dari bapak terimakasih…

    • Frederich Herberg dalam Sedarmayanti (2001:67) menyatakan : pada manusia berlaku faktor motivasi dan faktor pemeliharaan dilingkungan pekerjaanya. Dari hasil penelitiannya menyimpulkan adanya enam faktor motivasi yaitu (1) prestasi; (2) pengakuan; (3) kemajuan kenaikan pangkat; (4) pekerjaan itu sendiri; (5) kemungkinan untuk tumbuh; (6) tanggung jawab. Sedangkan untuk pemeliharaan terdapat sepuluh faktor yang perlu diperhatikan, yaitu (1) kebijaksanaa; (2) supervisi teknis; (3) hubungan antar manusia dengan atasan ; (4) hubungan manusia dengan pembinanya; (5) hubungan antar manusia dengan bawahannya; (6) gaji dan upah; (7) kestabilan kerja; (8) kehidupan pribadi; (9) kondisi tempat kerja; (10) status.

  38. salam kenal pak…. saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi berjudul ” pengaruh pelaksanaan pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian divisi service mobil. ” saya agak kesulitan jadi saya mohon bantuan dan bimbingannya ya pak. terima kasih sebelumnya :)

    • terima kasih atas kunjungannya, InsyaAlloh sekemampuan saya akan saya bantu

  39. pak saya sedang menyusun skripsi tentang kinerja auditor. blh tau judul buku bapak yang dipakai dalam menulis pengertian kinerja diatas?bwt saya lampirkan pak di daftar pustaka tirms.mhn bantuannya pak

    • coba lihat di comment sebelumnya, sudah ada diskusi tentang daftar pustaka yang dicari

  40. Pak saya menulis mengenai kinerja dosen dari aspek Kualitatif dan kuantitaf… pak boleh tolong bantu saya untuk mengindentifikasikan sub variabel dari kualitas seorang dosen dan indikator2 yang ada dalam variabel kualitatif. dan juga sama dengan aspek kuantitatif dari diri dosen….

    Saya sangat mengharapkan bantuannya…
    Atas bantuannya, saya ucapkan banyak2 terimakasih….

    • kalau mengukur kualitas dosen bisa diambil dari kompetensi dosen

  41. Saya boleh diberikan referensi yang mendukung mengenai kinerja dosen
    karena judul Tesis saya adalah “Perbandingan Kinerja dosen di lingkungan Fakulas Ekonomi dengan Fakulatas Pendidikan di UNAI”. saya juga minta bantu untuk mengidentifikasikan sub variabel dan indikatornya….
    saya sangat mengharapkan bantuannya…

    • jawaban sementara, coba referensi tentang kinerja guru, atau undang-undang guru dan dosen, disitu ada tentang kinerja guru/dosen

  42. Slmt pagi,salam kenal bu. Sblmnya saya perkenalkan diri saya,nama saya Andhika,pekerjaan PNS di salah satu kantor pemerintah di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Saat ini saya sdg membuat karya tulis sbg salah satu syarat utk mengajukan kenaikan pangkat. Topik yg saya ambil adalah ttg Assessment centre. Saya msh kekurangan refernsi ttg assessment ini. Ada yg cocok yaitu karangan penulis Syaiful f. prihadi: Assessment Centre identifikasi,pengukuran dan pengembangan kompetensi.Mslhnya buku ini tdk tersedia lagi di gramedia dan toko buku manapun. Saya cari di toko buku online jg sama. Apakah ibu bisa membantu saya utk mendapat buku ini? Saya akan beli. Mhn bantuannya krn karya tulis saya akan di uji pada hari Senin. tgl 14 Maret 2011. terima kasih

    • maaf baru kebuka, duh kalau deket sih ga apa, di perpustakaan kami juga punya buku tersebut, memang kalau diluaran sudah ga ada,

  43. permisi pak, saat ini saya sedang tugas ahkir. saya mau tanya untuk kinerja audit.. apakah pengertian kinerja audit itu, dan faktor2 apa saja yg dapat mempengaruhi kinerja auditor?buku/sumber apa yg bisa saya pakai?terimakasih sebelumnya..

  44. saya minta info untuk indikator motivasi kerja dan pelatihan untuk pns apa saja ya pak mhn infonya trima kasih

    • Variabel Konsep Variabel Indikator
      Skala
      Kompetensi (X1) Kompetensi merupakan kapasitas individu untuk menjalankan berbagai tugas dalam pekerjaan.
      (Syaiful F. Prihadi, 2004:92-94)
      – Nilai (Value)
      – Keunikan (Rareness)
      – Kemampuan untuk mencontoh (Imitability)
      – Organisasi
      (Robert L.Mathis, 2001:45-46)
      – Motives
      – Traits
      – Self-concept
      – Pengetahuan
      – Keterampilan
      (Syaiful F. Prihadi, 2004:92-94)
      • Ordinal
      Motivasi (X2) Faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik.
      (Hezberg dalam Manulang, 2004:178) – Achievement (keberhasilan pelaksanaan)
      – Recognition (pengakuan)
      – The work it self (pekerjaan itu sendiri)
      – Responsibities (tanggung jawab)
      – Advancement (pengembangan)
      (Hezberg dalam Manulang, 2004:178) • Ordinal

      Kinerja (Y) Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses – Quantity of work
      – Quality of work
      – Job Knowledge
      – Creativeness
      – Cooperation
      – Dependability
      – Initiative
      – Personal Qualities
      – Capability
      – Communication
      Gomes (2003:142)
      T.R. Mitchell (1978:343) dalam Sedarmayanti (2001:51) • Ordinal

      • oh ya untuk pelatihan pns, ada buku khusus yang berkaitan dengan pelatihan di pns

  45. aslkm. saya terkesan dengan tulisanya.. karena jarang yang membahas tentang ini. saya mhswi yg sdng menyusun skripsi tentang”Bimbingan kelompok dalam meningkatkan kinerja karyawan” saya cukup kesulitan untuk menentukan aspek-aspek serta indikator variabel dan tolak ukur tentang kinerja? trakasih atas kesediaan jawabanya.. sangat saya tunggu. dan dimanakah saya bisa mendapatkan buku sumbernya?

    • tuk jawaban tentang indikator kinerja telah dijawab pada comment sebelumnya, tuk buku-buku sumber tentang kinerja banyak, seperti msdm oleh sedarmayanti, msdm karangan gomes dan lain-lain, kalo boleh tau deny ini kuliah dimana, kebetulan saya di perpustakaan UNPAS Bandung, kalo di bandung boleh berkunjung kepada kami

      • saya kuliah di UIN SGD bandung… Unpas? ledeng pak?.. judul skripsi saya tentang “efektifitas bimbingan kelompok dalam meningkatkan kinerja karyawan RSUD” saya juga cukup kesulitan untuk menemukan teori bahwa ” bimbingan kelompok dapat meningkatkan kinerja karyawan”.. apabila bapak pernah atau mnemukan teori tentang hal itu. mohon bantuanya pak!! terimakasih banyak..

      • ya unpas sebelum ledeng, ohhhh dimbingan kelompok terhadap kinerja, coba aja dicari di buku dinamika kelompok, mudah2an di situ ada

      • kinerja dan kelompok ada pada buku Perilaku Organisasi karangan Steven Robin 2003:331, dijelaskan “setiap ramalan mengenai kinerja suatu kelompok haruslah dimulai dengan mengenali bahwa kelompok kerja tsb. merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar………. silahkan dicek disana ada kok

  46. Pak saya mahasisiwi yang lagi nyusun skripsi dengan judul pengaruh partisipasi anggaran,kecukupan anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja aparat SKPD,,tapi saya tidak menemukan teori yang yang mengatakan kecukupan anggaran dan komitmen organisasi berhubungan dengan kinerja aparat pemerintah,,,kira2 buku2 apa saja yang berkaitan dengan yang diatas pak,,,mohon bantuannya ya pak,,,makasih,,,,

    • masalah kinerja aparat, coba banyak buku kinerja manajemen publik karangan mahmudi, kalo anggran publik baca halim ada judul akuntansi sektor publik, akuntansi keuangan pemerintah daerah dll, atau indra bastian

      • ass,,
        maaf sebelumnya..
        tapi yang berhubungan dengan kecukupan anggaran saya tidak menemukannya pak,,kira- kira bapak ada referensi jurnal tentang kecukupan anggaran dan kinerja aparat pemerintah darah g pak?
        wasslam

      • waalaikumsalam wr. wbr., sudah bp kirim ke email tsb. mudah2an bermanfaat

      • makasih banyak ya pk,,,,,,,,
        salam,,,,

    • ass pak,,,
      mohon maaf sebelumnya pak,,email yang bapak kirim kemaren saya lupa paswordnya pak,,,
      saya lagi butuh pajk…
      bisakah bapak kirim lagi masalah tentang teori yang mengatakan bahwah kecukupan anggaran berpengaruh terhadap kinerja aparat pemerintah daerah,,
      kirim ke : nivo.wulandari@yahoo.co.id
      terima kasih sebelumnya pak…
      wassalam

  47. Maaf sedikit mohon masukanya ,saya sekarng sedang mengerjakan skripsi tentang Pengaruh Pengawasa BPD (X) Terhadap Efektivitas.(Y) Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.mungkin bisa bantu Teori siapa yang harus saya digunakan dan rumus apa terimaksih

    • kalo masalah pengawasan publik, coba lihat buku-buku abdul halim, mursyidi, bachtiar arief tentang akuntansi pemerintahan

      • kalo untuk efektivitas mungkin yang pas dengan judul diatas dari siapa bagaimana dimensi dan idikatornya.terimakasih

  48. pak, saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi dengan judul penggunaan performance assessment untuk pengoptimalan kinerja siswa, tapi saya tidak menemukan buku mengenai kinerja siswa.kira-kira buku apa saja yang berkaitan dengan kinerja siswa?mohon bantuannya…terima kasih sebelumnya…

    • wah wah kl itu sih kaitannya dengan proses belajar mengajar, berarti harus dicari di buku pendidikan, atau motivasi belajar siswa banyak kok

  49. bisa kasi tau judul buku yang dipakai dalam menulis tulisan di atas ga.

  50. selamat siang….maaf sebelumnya…saya dari mahasiswa bandung, ingin bertanya, bagaimana kita mencari referensi landasan teori yang terbaik menurut apa yang kita kerjakan, mengenai web blog?
    terimakasih haturnuhun

    • buku-buku tentang blog dan internet banyak di pasaran, dan pertumbuhan blog di dunia sangat pesat sekali, hampir setiap menit mengalami peningkatan, coba browsing tentang blog, bila kurang puas silahkan datang ke upt perpustakaan unpas jl dr setiabudi, gd a lt 3

  51. ass.. Wr wb, pa, saya lg nyusun tesis dan saya masih kekurangan teori-teori tentang variabel efektivitas kinerja pegawai soalnya saya sudah mengambil satu teori efektivitas kinerja dari Siagian (1997:153) dengan dimensinya :
    1. Ukuran waktu
    2. Ukuran harga/biaya
    3. Nilai sosial Budaya
    4. Ketelitian
    -yang ingin saya tanyakan adakah teori-teori untuk menjelaskan tiap-tiap dimensi tersebut ? (mohon dijelaskan)
    – beserta buku atau referensi lainnya
    terimakasih atas bantuannya semogasegala kebaikan bapak dibalas Allah SWT. Amin….

    • coba baca buku simamora judulnya Manajemen Sumber Daya Manusia, 2004:399-408, STIE YKPN yogyakarta

  52. Ass…
    saya seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dan saya mengambil judul “Pengaruh Kompensasi Terhadap kinerja karyawan dan kualitas pelayanan di sebuah perusahaan dodol”,,
    saya mau bertanya kalau dimensi dan indikator dari kinerja karyawan itu apa?? memang di atas sudah ada tentang indikator tapi dimensinya tidak ada jadi mohon bantuannya,
    terima kasih sebelumnya sudah diperkenankan untuk memberi kesempatan pada saya untuk bertanya,,,,,
    wass……..

  53. saya kesulitan dalam pencarian buku tentang analisis produktivitas di sektor publik,apa bapak punya refrensi??terima kasih

    • sementara emang baru sedarmayanti judulnya tentang produktivitas kerja, nanti saya coba dicek ulang, atau coba cek juga di buku msdm biasanya di dalamnya juga ada

  54. slm dr sya pak,nama saya jondri,saya mahasiswa kuliah di fisipol jrusan ilmu pemerintahan saya ingin bertanya
    dalam peraturan pemerintah ada namanya lakip(laporan akuntabilitas instasi kinerja pegawai) jd apa saja indikator-indikator yang dijadikan alat untuk kinerja pegawai dalam lakip tersebut pak

  55. Saya Ingin bertanya,
    apa pengertian dari pengukuran kinerja kualitas itu ??

    mohon dijawab secepatnya !

    • silahkan Anda baca buku MSDM karangan Anwar Prabu, di dalamnya ada tentang kinerja bekaitan dengan kualitas

  56. asslam,,, saya mashasiswi yang sedang merancang proposal buat penelitian. judul saya pak “”kinerja badan kepegawaian daerah kabupaten sidrap”, namun saya kesulitan dalam menentukan indikator kinerja organisasi yang tepat.
    di pembimbing, saya masukkan indikator kinerja organisasi menurut Bernardin & Russel (quality, quantity, timeliness, cost-effectiveness, need for supervision, interpersonal impact). setelah membaca lagi buku2 yang ada ternyata itu masuk pada kinerja individu.
    mohon pak penjelasannya mengenai indikator kinerja organisasi,

  57. terima kasih bantuannya.
    kalau mengenai indikator kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu terkait kinerja organisasi, dimana pak saya bs dptkn pembahasan lengkap mengenai itu.

  58. selamat siang pak… saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi.. judulnya “optimalisasi pelayanan e-KTP oleh aparat kecamatan” ..saya kesulitan mengidentifikasi sub variabel dari optimalisasi pelayanan …saya sangat mohon bantuannya

    • kalau bisa ada datang ke upt perpustakaan unpas jl dr setiabudi, karena penjelasannya akan banyak sekali

    • harus ketemu dulu teori pelayanan publik di buku AS Moenir

  59. Selamat pagi pak saya mahasiswa yang sedang menyusun tesis berjudul hubungan efektivitas pelatihan dan motivasi berprestasi dengan kualitas kerja alumni diklat. Saya kesulitan menemukan referensi mengenai kualitas kerja dan indikator dari kualitas kerja tersebut. Mohon bantuannya pak dan trims sebelumnya.

    Sumarni tjokromidjoyo.

    • kualitas kerja bisa dicari di buku robin teori organisasi dan steer efektivitas organsasi

      • Terima kasih masukannya

      • sama-sama, semoga bermanfaat

        ________________________________

  60. sore pak, saya sedang penelitian untuk mengukur kinerja dengan aspek kualitatif dari mangkunegara, kebetulan pembimbing saya minta untuk menjabarkan masing-masing aspek (4 aspek) satu per satu, mohon petunjuknya, trimakasih sebelumnya :)

    • kalo mangkunegara cuma 2 aspek kualitas dan kuantitas kerja

  61. saya mahasiswa yg sedang menyusun skripsi ” hubungan pemberian insentif secara material dengan loyalitas kerja karyawan” saya kesulitan mencari buku tentang loyalitas diatas tahun 2000.. mohon bantuan nya,, terima kasih

    • mohon bantuannya ya pak,, trma kasih

      • ok mangga sip

      • pak apakah bapak pnya buku rfrensi yang membahas masalah loyalitas kerja karyawan,, bukunya minimal diatas thn 2000,,
        kirim ke email saya pak jika bapak mempunyai refrensi bukunya.. pom_than@yahoo.com,, mohon bantuannya pak,, terima kasih

      • Mau SDM Handal? Lakukan Riset SDM!
        May 10th, 2010 | By Tyas | Category: Resensi Buku

        Judul : Riset Sumber Daya Manusia: cara praktis mengukur stress, kepuasan kerja, komitmen, loyalitas, motivasi kerja dan aspek-aspek kerja karyawan lainnya
        Penulis : Istijanto Oei, M.M., M.Comm
        Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
        Tahun : April, 2010
        Hal. : 273 + X
        Harga : Rp. 57.500,00
        Peresensi : Ardiningtiyas
        Jika pada kesempatan sebelumnya Konsultankarir.com mendapat kesempatan menulis resensi buku terbitan Gramedia […]

      • apakah didalam buku tersebut terdapat pengertian loyalitas kerja karyawan dan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas kerja karyawan pak?? terima kasih

  62. Saya sedang mnyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Pengetahuan, Komunikasi dan Kerjasama terhadap kinerja karyawan” ini termasuk indikator yg diungkapkan oleh mangkubuwana bukan pak?atw saya bisa ga memakai buku referensi dari mangkubuwana?saya mohon bantuan bapak untuk memberitahu saya buku apa yg bisa saya gunakan sbagai referensi saya tentang pengertian dari indikator yg saya ambil ini dan pengertian dari kinerja itu sendiri…
    Terima Kasih pak…
    Mohon bantuannya ya pak…
    bapak bisa kirim ke email saya…

    • Maaf pak…maksud saya oleh Mangkunegara…

    • kalau mangkunegara itu dua hal kulitas dan kuantitas kerja, kurang lengkap

  63. Saya sedang mengerjakan skripsi dengan judul “Hubungan Pelayanan Rehabilitasi Sosial dgn Motivasi Produktif P)enyandang Cacat Tubuh..”. Tetapi saya mandek pd BAB III di Aspek Pengukuran utk motivasi produktifnya, Bisa beri saya masukan Pak?
    Trims..

    • coba baca buku motivasi dan pemotivasian karangan winardi, terbitan Rajawali pers, didalam buku itu lengkap tentang motivasi

  64. saya sedang mengerjakan skripsi dengan judul pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kepuasaan kerja bagian opersional pemasaran.untuk mengukur kompensasi.dan motivasi serta kepuasaan kerja,,teori apa yang saya pakai untuk kompensasi.mohon bantuan nya pak ?

    • di buku msdm banyak teori tentang ketiga variabel tsb., bisa menggunakan marihot tua efendi hariandja, veitzal rivai, simamora dll pokoknya ambil saja di dalam buku msdm

  65. Met sore pak.. saya mahasiswa yang sedang menyusun tesis berjudul Pengaruh Implementasi kebijakan terhadap efektivitas Kinerja. Saya kesulitan menemukan indikator efektivitas kinerja. Mohon bantuannya pak dan trims sebelumnya.

    • makasih tlah maampir di blog ini, setahu saya adanya efektivitas kerja, bukan kinerja, kalau berkaitan dengan kinerja coba baca performance karangan veitzal rivai tebal dan kumplit, selamat mencoba

  66. pak saya sedang menyusun penelitian berjudul pengaruh promosi terhadap kepuasan kerja, saya kesulitan menemukan indikator dan dimensi keduanya, mohon bantuannya dan trims sebelumnya.

    • coba dicari didalam buku manajemen sumber daya manusia banyak kok tentang promosi dan ada juga tentang msdm, buku lengkap karangan henry simamora, veitzal rivai, kalo kepuasan kerja dari buku marihot tua efendi hariandja, penerbit grasindo, buku msdm

  67. selamat malam pak,, saya mau bertnya apakah buku edwin B flippo ada edisi tahun 2000 keatas??
    dan saya juga ingin menanyakan judul skripsi saya yg judul awalnya “hubungan pemberian insentif secara material dengan loyalitas kerja karyawan”
    skrng d gnti menjadi “HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN”
    indikator insentif dan prestasi kerja seperti apa ya pak?? dan saya mohon refrensi bukunya pak diatas thn 2004,,
    mohon bantuannya pak,,
    terima kasih

  68. selamat pagi…
    saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi.
    judul skripsi saya “Hubungan antara kecemasan dengan kinerja karyawan”
    kira – kira referensi buku yg tepat untuk skripsi saya ini apa yah??
    terima kasih.

    • kalau tentang kinerja banyak banget, bisa performasi dari veitzal rivai, suvervisi dari Agus Dharma, dan juga bisa dicari di dalam buku manajemen sumber daya manusia

      • okee,,terima kasih..
        kalau tentang kecemasannya itu sendiri apa bisa berikan info tentang referensi bukunya??? :)

  69. ass
    saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi,,skripsi saya tentang pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, untuk membuat kerangka berfikir dan menentukan indikatornya gimana yah?

    • waalaikumsalam wr wbr.
      sangat mudah, yang pertama tentukan dulu mau pake teori siapa, kalau tentang pelatihan dan kinerja banyak sekali, diambil dari buku MSDM, pertama cari dulu pengertian pelatihan, lalu cari tentang karakteristik pelatihan atau dimensi pelatihan, kalau kinerja banyak alat ukurnya, mau dari Gomes, Agus Dharma, veitzal rivai dll

  70. selamat siang..
    saya mau tanya kalo dimensi untuk analisis jabatan, beban kerja pegawai dan kinerja instansi itu apa ya?
    mohon bantuannya..
    terima kasih..

  71. Saya seorang mahasiswi lagi menyusun Tugas akhir, dengan judul fungsi anggaran dalam menilai kinerja manajer perusahaan. kira” data-data apa saja ya pak yg perlu saya butuh kan??
    trim’s..

    • yang pertama untuk kepentingan fenomena di bab 1, harus dicari permsalahan tentang kinerja perusahaan cocokkan dengan indikator kinerja perusahaan yang akan dipakai, baru dicari data dari perusahaannya

  72. Salam Hangat Pak, blognya sangat membantu sekali. Saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi yang berjudul pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Mohon bantuannya selain indikator kinerja diatas, adakah indikator lainnya yang lebih sedikit dari buku berbahasa asing? Trimakasih.

  73. ass ,slam knal y mba,sya mahasiswi lgi menyusun skripsi tentang ‘ pengaruh pelayanan prima terhadap kinerja pegawai” sya bngung untuk menyambungkan teori pelaynan dan kinerja pwgawai ,bsa b’bagi ilmu.nya ngak mba ….mksih

  74. malem pak saya mahasiswi sedang menyusun skripsi di STIE Trisakti, mohon bantuannya pak untuk buku evaluasi kinerja Mangkunegara bisa di dapat dmn ya pak? Apakah ada jurnal atau soft copy nya pak? perlu sekali nih pak untuk dosen pembimbing saya. boleh dibalas ke email saya pak siscamei@hotmail.com ditunggu pak. Trimakasih

    • di upt perpustakaan unpas jl dr. stiabudi bandung ada banyak

  75. Saya seorang mahasiswa yg menyusun proposal tesis tentang faktor-faktor yang mepengaruhi kinerja karyawan pada PT. Aria Jasa Konsultan lingkup penelitianx dibidang jasa konsultan yg berdolmisili di makassar. mohon bantuannya untuk memberikan bahan atau materi yang berkaitan dengan penelitianku ini dan variabel sementara sy pakai ialah kepemimpinan, motivasi kerja, kompensasi dan lingkungan kerja yang menurut sy yang berpengaruh positif di lingkup penelitian dan yang mana kira-kira lebih cocok dipakai variabel motivasi kerja atau variabel kepuasan kerja? dan saya jg bingung tentang penyusunan latar belakangnya. terima kasih sebelumnya Pak atas bantunanya.

    • kinerja bisa dikaitkan dengan motivasi kerja teorinya banyak, coba telusur di blog ini, pernah ada kok tentang motivasi terhadap kinerja, bahkan bahan tesis tentang judul tsb saya punya

  76. Good day! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog.

    Is it very hard to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty quick. I’m thinking about creating my own but I’m not sure where to begin. Do you have any points or suggestions? Thank you

  77. asslamualaikum pak saya lagi menyusun thesis saya lagi kebingungan cari teori kinerja dari russel bernaden yang di tulis tahun 1998 -243. mohon kirim teori dasar dan sintesanya dan syukur jika bapak bisa tunjukan sumber bukunya … terimakasih banyak mohon bantuanya pasgarita@yahoo.com 08112223000

  78. assalamu’alaikum wr. wb. saya mahasiswa yg sedang menysun skripsi, sya ingin menanyakan kriteria peningkatan kinerja pelayanan, mohon bantuannya trima kasih @andikopratamaputra@yahoo.com

  79. ass, saya mau nanya buku tentang lingkungan kerja apa saja ya, soalnya cari dsana sini tidak dapat, bisa mnta tolong sarannya mmbri ptunjuk dmna yang ada buku ttg lingkungan kerja,,,mohon balasannya atau email ;: dianefriyenty@ymail.com

  80. asalamualaikum pak, saya punya judul skripsi mengenai kepemimpinan kepala Dinas Sosial Kota Bandung (studi kasus pemberdayaan anak jalanan di Kota Bandung), baiknya menurut bapak pakai teori kepemimpinannya dari siapa ya pak? soalnya saya agak kebingungan dalam mengkaitkan dengan pemberdayaannya

    • buanyak pake veitzal rivai, atau Karakteristik pemimpin dari sudut pandang keterampilan menurut Rivai (2003:28) memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
      Dapat beradaptasi dengan situasi, peka terhadap lingkungan social, ambisius serta berorientasi pada hasil, tugas, dapat bekerjasama, meyakinkan, mandiri, mampu mempengaruhi orang lain, energik, tekun, percaya diri, tahan stress dan memkul tanggung jawab.

      Berdasarkan pernyataan diatas, bahwa seorang pemimpin dapat beradaptasi dengan masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Hal ini perlu dilakukan oleh seorang pemimpin yang mempunyai karakteristik demokrasi dapat bekerjasama.
      Stogdill dalam Kartono (2004:36) mengemukakan beberapa keterampilan (kelebihan) kepemimpinan sebagai berikut :
      1. Kapasitas : kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara atau verbal facility, keaslian, dan kemampuan menilai.
      2. Prestasi/achievement: gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan, perolehan dalam olah raga dan sebagainya.
      3. Tanggung jawab : mandiri, berinisiatif tekun, ulet, percaya diri, agresif dan punya hasrat untuk unggul.
      4. Partisipasi : aktif memiliki solidaritas tinggi, mampu bergaul, kooperatif, suka bekerja sama, mudah menyesuaikan diri, dan punya rasa humor.
      Status : meliputi kedudukan social-ekonomi yang cukup tinggi, popular atau tenar.

      Berdasarkan pendapat di atas, menurut peneliti bahwa seorang pemimpin selain mempunyai sifat pemikiran yang luas, juga seorang pemimpin mempunyai kecerdasan serta jiwa empatinya yang kuat. Rivai (2003:29) mengemukakan Kriteria seorang pemimpin sebagai berikut:
      Kekuatan fisik dan susunan syaraf, penghayatan terhadap arah dan tujuan organisasi, antusiasme, keramahtamahan, integrasi, keahlian tehnis, kemampuan mengambil keputusan, kecerdasan, keterampilan mengajar, kepercayaan, kepribadian, hubungan social, kesehatan, serta mempunyai keinginan yang kuat.

      Selanjutnya bahwa seorang pemimpin selain mempunyai kepribadian yang kuat juga harus cakap dalam mengambil suatu keputusan.
      Otoritas formal kepemimpinan diperlukan menjalankan tugas dalam lingkungan dimana ia berada. Ungkapan senada dikemukakan oleh Yukl ( 1994:164) yang menandaskan bahwa :
      Dalam lingkup pemerintahan konsep kepemimpinan dapat dilihat dari dua pendekatan yaitu : pendekatan melalui kekuasaan formal (legitimate power), yaitu suatu kekuasaan/kewenagan yang diberikan berdasarkan undang-undang atau peraturan. Kemudian melalui personal power, yaitu suatu kemampuan yang bersumber dari diri seorang pemimpin untuk mengarahkan bawahan pada pencapaian tujuan organisasi yang diinginkan.
      Pandangan tersebut, peneliti dapat mengemukakan bahwa kekuasaan/kewenangan sesungguhnya merupakan sumber yang bisa digunakan atau tidak digunakan.

      • makasih banyak pak atas pencerahannya,,
        kalau lebih diruncingkan kepada gaya kepemimpinan, gimana pak? soalnya yang agak kurang saya mengerti mengenai gaya kepemimpinan banyak teori lebih kepada bentuk atau macam-macam gaya kepemimpinan tersebut, kalau mengenai teori dan indikator gaya kepemimpinan buat saya jadikan grand teori baiknya dari siapa pak, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak

  81. Semoga bapak dirahmati Alloh SWT. Saya kesulitan utk medapatkan pengetahuan tentang indikator kinerja pegawai negesi sipil. Mohon penjelasannya. Terimakasih.

  82. Selamat pagi..

    Saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Sekarang sedang kesulitan dalam bab 3 untuk dimensi dan indikator yang akan dipakai untuk masing2 variabel.
    Skripsi saya berjudul “Pengaruh kepemimpian dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan” pada sebuah perusahaan pelayaran yang mengangkut bahan bakar mentah.

    Saya butuh pendapat anda, kira2 dimensi dan indikator apa saja yang bisa saya pakai untuk masing2 variabel?
    Dan kalau bisa saya juga butuh saran buku yg bisa saya baca lebih lanjut untuk mendalami isinya untuk masing2 variabel tersebut juga.

    Terima kasih…

    • Prinsip-prinsip dalam motivasi kerja pegawai menurut Mangkunegara (2007:100) adalah :
      1. Prinsip Partisipasi
      Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan ikut bepartisipasi dalam menentukan tujuan yangakan dicapai oleh pemimpin.
      2. Prinsip Komunikasi
      Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya
      3. Prinsip Mengakui Andil bawahan
      Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
      4. Prinsip Pendelegasian Wewenang
      Pemimpin yang memberikan otorits atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengmbil keputusan terhadap pekerjaan yangdilakukannya, akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
      5. Prinsip memberi perhatian
      Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahan,akan memotivasi pegawai bekerja apa yang diharapkan oleh pemimpin.

      Kelima prinsip itu memotivasi kerja pegawai tersebut memiliki hubungan dengan kinerja sebagaimana pendapat Winardi (2002:136) yang mengatakan: “motivasi memiliki hubungan dengan kinerja”
      Adapun yang dimaksud dengan kinerja yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2007 : 67) sebagai berikut : “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya secara tanggung jawab yang diberikan”.
      Pengertian lain tentang kinerja yang dikemukakan oleh Sedarmayanti (2001 : 50), sebagai berikut :”Kinerja mempunyai hubungan erat dengan masalah produktivitas karena merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi”.
      Pengertian Kinerja Pegawai menurut Soeprihanto (2001 : 7), sebagai berikut :
      “Kinerja Pegawai adalah hasil kerja seorang pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan beberapa kemungkinan, misalnya standar, target/sasaran, atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama”.

      Sedangkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa kinerja pegawai merupakan hasil kerja seorang pegawai selama periode tertentu. Gomes (2003:142) mengemukakan dimensi-dimendi kinerja/performansi pegawai sebagai berikut:
      1. Quantity of work, yaitu jumlah hasil kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan, banyaknya jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pegawai sehingga pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan jangka waktu yang tepat dan tidak ada pekerjaan yang menumpuk pada satu orang saja.
      2. Quality of work, yaitu kualitas hasil kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya. Tampil hasil akhir akan menunjukan berkualitas tidaknya suatu pekerjaan dan kualitas dari suatu pekerjaan adalah sangat ditunjang pada ketelitian untuk merangkai pekerjaan-pekerjaan kecil dengan maksimal. Mutu pekerjaan suatu keilmuan dan keterampilan seseorang dengan penuh kesungguhan untuk mencapai hak maksimal.
      3. Job knowledge, yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya. Pengetahuan yang dimiliki oleh setiap pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaan sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien.
      4. Creativeness, yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul. Gagasan-gagasan pegawai dalam suatu organisasi akan melahirkan ide-ide cemerlang untuk kemajuan yang diharapkan bersama dan memiliki inovasi tinggi untuk selalu mencoba hal-hal baru yang lebih lagi dalam rangka pencapain tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dalam suatu organisasi.
      5. Cooperation, yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain (sesama anggota organisasi). Ketersediaan untuk berpatisipasi menumbuhkan sikap pegawai untuk saling bersosialisasi dan membuka jalan untuk menunbuhkan komunikasi yang baik dan saling memahami keinginan satu sama lain.
      6. Dependability, yaitu kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadirandan penyelesaian kerja. Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan keahlian yang dimiliki pegawai memperlihatkan kecakapan dan profesionalisme seseorang dalam bekerja adalah hal yang harus dimiliki setiap pegawai.
      7. Initiative, yaitu semagat untuk melaksanakan tugas-tugasbaru dalam memperbesar tanggung jawabnya. Kemampuan untuk bertindak tidak bergantung, Mengembangkan serangkaian kegiatan dan menentukan cara-cara baru atau inovasi.
      8. Personal quantity, yaitu menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan dan integritas pribadi, tingkah laku (sikap) pegawai di dalam organisasi akan mempengaruhinya dalam cara pelaksanaan kerja, sikap positif yang tertanam dalam diri pegawai melahirkan sikap kerja yang mampu menghadapi berbagai permasalahan kerja secara positif pula.

      • Terima kasih telah membantu saya… :)

  83. assalamualaikum pa
    saya mahasiswa unpas yang akan mengerjakan skripsi dengan judul “pengaruh hubungan interpersonal dan beban kerja terhadap produktivitas karyawan”

    saya kesulitan mencari jurnal hubungan interpersonal(x1) terhadap produktivitas karyawan (y). sudah mencari di internet saya belum dapat pa.
    dan saya masih binggung dengan indikator -indikator dari variabel-variabel tersebut.

    selain itu buku apa yang bisa di jadikan pedoman untuk judul saya yang mengenai
    1. buku yang membahas hubungan interpersonal
    2. buku yang membahas beba kerja
    3. dan buku yang membahan produktivitas karyawan.

    terimaksih atas bantuannya pa.
    balasan bapa sangat berguna untuk saya.
    terimakasih ass.wr.wb

    • lebih baik datang aja langsung ya ke perpus unpas temuin bp di stiabudi, nanti kita diskusi panjang lebar, bukunya ada kok

      • ia pa insyaalloh nanti saya ke perpus setiabudi pa.
        saya sudah cari di perpus fe tidak dapat pa.
        makasih banyak pa atas balasannya .
        ass.wr.wb

      • Sϊϊp(y)◦°˚ ˚°◦;) ;)◦°˚ ˚°◦Sϊϊp(y) Sϊϊp(y)◦°˚ ˚°◦;) ;)◦°˚ ˚°◦Sϊϊp(y) Sϊϊp(y)◦°˚ ˚°◦;) ;)◦°˚ ˚°◦Sϊϊp(y) sami2
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

  84. assalamuailkum pak
    saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dengan judul “Pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan”, maaf sbelumnya mau minta bantuannya, faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja menurut panji anoraga, lalu adakah teori yang menjelaskan pengaruh lingkungan kerja terhadap peningkatan kinerja dan adakah teori yang menjelaskan tentang Pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap meningkatnya kinerja karyawan?

    Mohon bantuannya..

  85. pak saya mahasiswa UIR Pekanbaru lagi nyusun Proposal, saya mau nanya apa-apa saja Indikator dari Implementasi Tugas kepala dusun dalam melaksanakan kegiatan pemerintah..

    Balas..

    • ada beberapa teori teori implementasi kebijakan diantaranya “Implementasi kebijakan pemerintah akan berhasil, jika memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, menurut Horn dan Meter dalam Widodo (2007:85) yaitu:
      1) Ukuran-ukuran dasar dan tujuan-tujuan kebijakan
      Variabel ini didasarkan pada kepentingan utama terhadap faktor-faktor yang menentukan kinerja kebijakan. Menurut Horn dan Meter, identifikasi indikator-indikator kinerja meliputi kejelasan kebijakan dan keterukuran keberhasilan kebijakan.
      1) Sumber-sumber kebijakan
      Keberhasilan implementasi kebijakan sangat tergantung dari kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Manusia merupakan sumber daya yang terpenting dalam menentukan keberhasilan suatu implementasi kebijakan. Setiap tahap implementasi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan pekerjaan yang diisyaratkan oleh kebijakan yang telah ditetapkan secara apolitik. Selain sumber daya manusia, sumber daya finansial menjadi perhitungan penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan
      2) Komunikasi antar organisasi dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan
      Implementasi akan berjalan efektif bila ukuran-ukuran dasar dan tujuan-tujuan kebijakan dipahami oleh individu-individu yang bertanggung jawab dalam kinerja kebijakan. Komunikasi di dalam dan antar organsasi merupakan suatu proses yang komplek dan sulit. Dalam meneruskan pesan-pesan ke bawah dalam suatu organisasi atau dari satu organisasi ke organisasi yang lain, para komunikator dapat menyimpangkannya atau menyebarluaskannya, baik secara sengaja atau tidak disengaja.
      3) Kakteristik badan-badan pelaksana
      Dalam melihat karakteriktik badang pelaksana maka tidak akan terlepas dari struktur birokrasi. Struktur birokrasi dapat diartikan sebagai karakterikstik- karakterikstik, norma-norma dan pola-pola hubungan yang terjadi berulang-ulang dalam badan-badan eksekutif yang mempunyai hubungan baik potensial maupun nyata dengan apa yang mereka miliki dengan menjalankan kebijakan
      4) Kondisi-kondisi ekonomi, sosial dan politik
      Hal yang perlu diperhatikan guna menilai kinerja implementasi kebijakan adalah sejauh mana lingkungan eksternal turut mendorong keberhasilan kebijakan publik. Lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang tidak kondusif dapat menjadi sumber masalah dari kegagalan kinerja implementasi kebijakan. Karena itu, upaya implementasi kebijakan mensyaratkan kondisi lingkungan eksternal yang kondusif
      5) Kecenderungan pelaksana (implementors)
      Implementasi kebijakan yang berhasil harus diikuti oleh kesadaran terhadap kebijakan tersebut secara menyeluruh. Hal ini berarti bahwa kegagalan suatu implementasi kebijakan sering diakibatkan oleh ketidak taatan para pelaksana terhadap kebijakan. Intensitas kecenderungan- kecenderungan pelaksana akan mempengaruhi kinerja kebijakan, karena para pelaksana yang mempunyai pilihan-pilihan negatif mungkin secara terbuka akan menimbulkan sikap menentang tujuan-tujuan program.

  86. pak tolong saya sedang melakukan penulisan judul proposal tentang kinerja pembangunan ,, tolong sebutkan apa itu kinerja pemerintah menurut para ahli, beserta indikatornya , tolong ea ,,
    terima kasih ,,

  87. pak tolong saya sedang mencari pngertian kinerja pemerintah menurut para ahli ,, dak indikator kinerja menurut teori para ahli,, tolong ea pakk kasih pencerahan nya ,,

  88. pak tolong saya sedang mencari pngertian kinerja pemerintah menurut para ahli ,, dan apa saja indikator kinerja menurut teori para ahli,, tolong ea pakk kasih pencerahan nya ,,

    • ada buku tentang kinerja pemerintahan, silahkan cari dulu buku nya ada kok

  89. What’s up, I wish for to subscribe for this web site to obtain most up-to-date updates, therefore where can i do it please help out.

  90. Assalamualaikum…!!salam kenal, mau nanya, saya hayatun nufus,sdang nyusun skripsi,dengan judul PENGARUH REMUNERASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI LINGKUNGAN PERWAKILAN BKKBN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH tapi saya mengalami kesulitan, untuk mencri pengertian ” kualitas kinerja karywan”,jdi tolong donk pak kasih pencerahannya..
    Makasih atas perhatiannya

  91. Ass! salam kenal, nama saya hayatun nufus mahasiswi UM Palangkaraya, yang sedang menyusun skripsi dengan judul ” Penagruh Remunerasi Terhadap Kualitas Kinerja Karyawan”, dan sampai saat ini saya mengalami kesulitan untuk mencari bahan reperensi mengenai remunerasi dan kualitas kinerja, jadi saya berharap mudah2an bapak berkenan untuk mmberikan penjelasan ataupun informasi tersebut. Atas bantuan nya saya ucapkan bnyak terimakasih..
    wassalam.

    • kebanyakan orang larinya ke kinerja, jadi kualitas kinerja agak sulit, tetapi memang ada kok, saya pernah baca, harus saya cek ulang, untuk remunerasi kaitannya dengan penggajian, coba cek di buku masalah penggajian

  92. berkaitan dengan audit coba baca buku abdul halim, mardiasmo, noordiawan, indra bastian. buku akuntansi sektor publik atau pemerintah tidak jauh dari buku2 karangan beliau

  93. pak, saya mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, judul skripsi sy adalah “faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja skpd”. mohon bantuan untuk referensi ny pak..

  94. Mohon bantuannya pak untuk indikator evektivitas dan kinerja apa aja? Boleh minta alamat email nya pak?

    • untuk kinerja banyak teori yang disa digunakan, misalnya surya dharma, agus dharma, sedarmayanti, gomez dll, di buku2 tsb. banyak dibahas tentang indikator kinerja, bukunya berkaitan dengan msdm dan kinerja

  95. minta refereni judul buku yang membahasa tentang efektivitas pak? boleh minta alamat emailnya pak?

    • richard steers bukunya tentang efektivitas organisasi

  96. saya minta referensi pak, tentang Restrukturisasi dalam rangka penyehatan di BUMN. mohon infonyaaa..

  97. mohon ijin pak saya mahasiswa tingkat akhir sedang menyusun skripsi tentang kinerja satpol pp dalam penertiban pedagang kaki lima. teori indikator kinerja yang cocok dipakai sebagai pedoman yang sesuai dengan judul saya kira2 apa ya pak ? mohon bantuannya pak

    • karena kaitannya dengan sektor publik, ada buku tentang kinerja sektor publik, atau buku kinerja karangan sedarmayanti

  98. Ass..pak
    saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi, dengan judul “Kinerja Camat Sebagai Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya”
    maaf pak sebelum nya, ijin mw mnta bantuan nya indikator kinerja menurut agus dharma apakah sudah cocok untuk mengukur kinerja camat yang skrg sudah mnjdi perangkat daerah.. mohon pencerahannya pak … trus ap saja pak yg bisa saya masuk kan di dalam kajian teori nya?
    Terima kasih banyak pak,, apabila bapak berkenan mau membantu pertanyaan saya..

    • Terlalu sering Agus dharma dijadikan referensi, coba pake yang gomez lebih variatif

  99. saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi dengan judul “kinerja pegawai dalam pelayanan rawat inap pada puskesmas ketapang kota probolinggo”..
    saya mau tanya indikator kinerja pegawai yang pas untuk penelitian saya indikatornya sapa ya pak?
    terimakasih pak ,,, apabila bpak membaca pesan saya mohon di balas pak,,,

    • coba dicari karangan Sedarmayanti, tentang kinerja banyak sekali


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.